Siswa di Belopa, Kab Luwu menyeberangi sungai gunakan rakit menuju sekolah

Puluhan Siswa di Belopa Berjuang ke Sekolah Menggunakan Rakit

Senin, 06 Februari 2017 | 21:36 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Eky Hendrawan - Go Cakrawala

Luwu, GoSulsel.com – Semangat para pelajar dari Desa Pacerakang, Belopa, untuk bersekolah patut mendapatkan apresiasi dan perhatian penting. Banjir yang terjadi mengakibatkan jembatan penghubung dua desa tak lagi bisa digunakan.

Akibatnya, bukan hanya mobilitas masyarakat yang terganggu, aktivitas sekolah pun ikut merasakan dampaknya hingga sekarang. Puluhan siswa Desa Pacerakang harus menggunakan rakit menyebrangi sungai saat hendak ke sekolah mereka.

Bukan hanya para siswa di desa tersebut, sejumlah guru yang berdomisili di Desa Pacerakang juga merasakan dampak dari terputusannya jembatan tersebut. Mereka berharap agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Luwu bisa segera mengambil tindakan.

“Minimal ada upaya pemerintah utuk membantu masyarakat, misalnya menyediahkan perahu karet untuk digunakan para siswa dan guru saat menyeberang disungai ini,” kata Guru SMP Pacerakang, Kalundung.

Diketahui, jembatan penghubung desa Pacerakang dengan desa lainnya harus terputus akibat diterjang banjir. Hujan disertai angin kencang memang melanda beberapa daerah di Sulsel hingga mengakibatkan banjir dan memporak-poranda rumah warga. (*)


BACA JUGA