Logo Kabupaten Bantaeng

Hanya Fokus Bangun Kota, Pemkab Bantaeng Dianggap Tak Adil pada Pedesaan

Kamis, 16 Februari 2017 | 21:06 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Eky Hendrawan - Go Cakrawala

Bantaeng, Gosulsel.com — Setelah warga Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu menuntut keadilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng, kini giliran warga Desa Balumbung, Kecamatan Tompobulu menagih janji pemerataan pembangunan.

Di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah, Kabupatan Bantaeng mengalami peningkatan infastruktur pembangunan. Namun hal tersebut dianggap hanya berpihak pada daerah perkotaan tanpa memikirkan wilayah pedesaan.

Seperti yang terjadi pada sejumlah jalan di Desa Balumbung yang nyaris tak tersentuh pembangunan. Akibatnya, ratusan warga Desa Balumbung menggelar aksi guna mendesak DPRD Bantaeng untuk mengawal pembangunan yang adil dan merata hingga ke daerah pedesaan.

Koordinator aksi, Riswandi menyebut bahwa pembangunan yang dilakukan Pemkab Bantaeng belum tepat sasaran. Pasalnya puluhan tahun lamanya, warga Desa Balumbung hanya mendapatkan janji perbaikan jalan penghubung Kelurahan Ereng-ereng dengan Balumbung sepanjang tiga kilometer.

“Sejak tahun 2003 lalu sampai sekrang jalan tidak kunjung diperbaiki. Padahal ini sudah berapa kali diusulkan, tapi pemerintah dan DPRD tidak pernah peduli dengan kondisi rakyat,” katanya.

Selain itu, menurut Riswandi. Tahun 2016 lalu, Pemkab Bantaeng menghabiskan anggaran sebesar Rp.70 miliar untuk perbaikan infastruktir jalan di daerah perkotaan. Namun daerah pedesaan sama sekali tak mendapat kepedulian pemerintah.

Halaman: