FOTO: Kedai kopi royal milik Hendra dapat ditemukan di pinggiran jalan kota Watansoppeng/Sabtu, 25 februari 2017/Muhammad Yusuf/Gosulsel.com

Menyesap Kopi Berselimut Angin Malam di Kota Kalong

Minggu, 26 Februari 2017 | 04:34 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Yusuf Muhammad - Go Cakrawala

Soppeng, Gosulsel.com — Kecintaan seseorang pada kopi mampu membuatnya bergerak jauh dari disiplin ilmu yang ditempuh di perguruan tinggi. Seperti yang dipilih Very Hendra, pemuda lulusan Ilmu Keperawatan yang memilih menjalankan usaha kedai kopi.

Pemilik kedai Royal Mobile Cafe ini sering memarkir “cafe”nya di pinggiran jalan saat malam hari. Sejatinya, Hendra hanya menggunakan sebuah motor vespa modifikasi lalu dijadikan tempat menjajakan kopi dan teh berbagai rasa.

Saat Gosulsel.com berkunjung ke kedai milik Hendra, Sabtu (25/2/2017) malam, tampak beberapa orang penikmat kopi duduk berjejer di sekitaran motor antiknya yang markir di depan Mesjid Agung Darussalam Watansoppeng.

Hendra mengaku setelah lulus dari akademi keperawatan, ia langsung ingin mewujudkan cita-citanya menjual kopi klasik di pinggir jalan, sekaligus membudayakan kopi malam pinggir jalan.

Ia mengaku meraup omzet tiap malam rata-rata Rp.500.000 dengan harga kopi Rp 7.000 hingga Rp 8.000 pe rgelas.

“Ini sekedar hobbi di samping membudayakan kopi pinggir jalan,” ucap Very hendra.

Adapun jenis kopi yang dijajakkan yaitu kopi hitam dan kopi susu, sedangkan jenis teh yaitu teh biasa, teh susu, teh tarik, teh coklat, dan teh taro.

Jadi, kalau Anda berkunjung ke Kota Kalong, jangan lupa mampir di kedai kopi ini.(*)

FOTO: Kedai kopi royal milik Hendra dapat ditemukan di pinggiran jalan kota Watansoppeng/Sabtu, 25 februari 2017/Muhammad Yusuf/Gosulsel.com

FOTO: Kedai kopi royal milik Hendra dapat ditemukan di pinggiran jalan kota Watansoppeng/Sabtu, 25 februari 2017/Muhammad Yusuf/Gosulsel.com