Petugas Bandara Sultan Hasanuddin Temukan Paket Sabu

Senin, 03 April 2017 | 14:20 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Harlin - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Petugas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali mengamankan satu paket kiriman narkoba jenis sabu di Regulatet Agent PT Angkasa Pura Logistik, Senin (3/4/2017).

Sebelumnya, pihak PT SN Kargo, Samsir memasukkan kargo via Lion Air tujuan Ambon dengan No SMU 8194312 sebanyak 1 koli dengan keterangan pemberitahuan tentang isi berupa pakaian kaos. Selanjutnya, di kargo dilakukan penimbangan dan penginputan ke dalam sitec untuk penerbitan bukti timbang barang.

Setelah itu, paket dimasukkan kedalam mesin X-Ray untuk dilakukan pemeriksaan keamanan. Saat melintas dilayar monitor, Petugas X-Ray atas nama Aswin mencurigai barang tersebut lalu diamankan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani ketika dikonfirmasi, Senin (3/4/2017) membenarkan pengungkapan paket kiriman yang diduga narkoba jenis sabu. Saat itu petugas bandara curiga akan isi barang tersebut yang melintas di layar monitor X-ray sehingga diberhentikan lalu diperiksa.

“Adanya kargo yang dicurigai Narkoba jenis sabu oleh petugas X-ray Bandara saat melintas di layar,” ungkap Dicky Sondani.

Selanjutnya, kata Dicky, petugas kemudian membuka barang tersebut dan ditemukan paket yang dicurigai narkoba jenis sabu-sabu. Kemudian, paket tersebut dilaporkan dan diamankan ke ruangan Supervisior Keamanan & Operasional Bandara.

“Pada saat dibuka, paket tersebut terbungkus plastik, lalu dos kecil, saat dos dibuka terdapat 1 lembar baju kos terselip amplop putih, selanjutnya dalam amplop tersebut dibuka dan ditemukan 5 sacet kristal narkoba jenis sabu-sabu,” terang Dicky Sondani.

Saat ini, paket kiriman milik Ical Shop, alamat jalan Tinumbu 201 Ujung Pandang dengan tujuan pengiriman atas nama Ny. Opy di Ambon, telah diamankan di Mako Polres Maros untuk dilakukan penyelidikan.

Pihak Res Narboba Maros telah berkoordinasi dengan pihak PT. Angkasa Pura Logistik untuk mengecek CCTV terhadap diduga pelaku yang melakukan pengiriman paket itu. Pasalnya, berdasarkan informasi dari karyawan sekitar Regulatet Agent bahwa paket tersebut dikemas kembali oleh pelaku sebelum dimasukkan ke Expedisi Kargo.

“Jadi, sebelumnya paket kiriman ini sempat di kemas ulang oleh pengirim, namun belakangan diketahui CCTV saat itu dalam keadaan Off,”  pungkas Dicky Sondani.