Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif meninjau kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 di SMA Negeri 5 Makassar, Selasa (4/4/2017).

Jelang UNBK Tingkat SMA, Legislator Sidak ke Sekolah

Selasa, 04 April 2017 | 14:13 Wita - Editor: Baharuddin -

Makassar, GoSulsel.com – Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif meninjau kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 di SMA Negeri 5 Makassar, Selasa (4/4/2017). Dalam peninjauan itu, Syahar menemui langsung Kepala SMAN 5 yang dijabat oleh Pelaksana Tugas Iswan Abdul Latif.

Syahar menjelaskan, kunjungannya ke SMAN 5 untuk melihat kondisi kesiapan sekolah-sekolah di Makassar menjelang UNBK pada 10 April nanti.

“Peninjauan di SMAN 5 ini kami lakukan karena sekolah menengah atas itu sudah jadi kewenangan provinsi. Sehingga, kesiapan SMA dalam menghadapi UNBK juga menjadi tanggungjawab kami,” ujarnya.

Syahar juga menemukan sejumlah kendala yang dihadapi pihak sekolah menghadapi UNBK dimana jumlah perangkat komputer yang tidak sesuai dengan jumlah siswa yang akan menjalani ujian.

Namun, kata Syahar, kendala tersebut teratasi dengan terjalinnya sinergitas kelompok kerja sekolah antara SMAN 5 dengan beberapa sekolah lainnya untuk dapat saling menutupi dan melengkapi kekurangan sekolah dalam melaksanakan ujian.

“Penjelasan kepala sekolah, bersama sejumlah kelompok sekolah melakukan saling sinergi dan saling support supaya UNBK bisa berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala SMAN 5 Makassar Iswan Abdul Latif mengakui adanya kendala yang dihadapi dalam melaksanakan UNBK. Salah satunya jumlah komputer yang cukup minim dimana jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah siswa yang akan menjalani UNBK.

“Kendala kita pada kesiapan komputer. Kita tidak memiliki komputer yang sesuai dengan jumlah siswa. Tapi kita sudah mengatasi dengan memakai laptop pribadi milik siswa,” jelasnya

Selain itu, pihaknya melakukan kelompok kerja dengan lima sekolah lainnya untuk saling mensupport pelaksanaan UNBK. Kelima sekolah itu, yakni SMAN 12, SMAN 13, SMAN 10, dan SMAN 19.

Iswan menambahkan, kelompok kerja antara SMAN 5 dan lima sekolah lainnya itu dilakukan dengan tujuan yang sama, yakni dengan harapan pelaksanaan UNBK bisa berjalan sesuai dengan prosedur dari pemerintah.(*)


BACA JUGA