Ical-Cicu, Foto: Internet
#

Ini Analisis Kelemahan Jika Paket Ical-Cicu di Pilwalkot Makassar

Rabu, 05 April 2017 | 20:40 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Meskipun belum ada jadwal tahapan Pemilihan Wali Kota Makassar (Pilwalkot) 2018, namun sejumlah figur mulai menggecarkan sosialisasi untuk menembus suksesi calon Wali Kota.

Meski begitu, Makassar yang dikenal dengan pengaruh ketokohan masing-masing klan figur masih mempengaruhi konstalasi politik. Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin misalnya yang dianggap masih memiliki kekuatan jelang Pilwalkot Makassar mendatang.

Tiga figur disebut – sebut bertarung pada Pilwalkot Makassar mendatang merupakan klan IAS, mereka diantaranya Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, Anggota DPR RI yang juga Istri IAS Aliyah Mustika Ilham dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi.

Namun hingga saat ini, hanya Deng Ical dan Cicu, sapaan akrab Andi Rachmatika Dewi yang telah menyatakan sikap secara resmi akan bertarung di Pilwalkot Makassar mendatang, bahkan Ketua NasDem Makassar telah menggencarkan sosialisasi setelah mendapat restu Ketua DPP NasDem, Surya Paloh.

Untuk mensolidkan arah dukungan klan IAS jika keduanya betul-betul maju di Pilwalkot mendatang, hampir dipastikan keduanya akan berpaket.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto menilai jika paket tersebut mewarnai pesta politik lima tahunan itu, paket Ical-Cicu dianggapnya tidak akan memperluas basis pemilih.

“Saya kira Ical-Cicu berasal dari patron politik yang sama, basis suara mereka sama. Perlu pertimbangan serius, karena paket ini berpotensi tidak memperluas basis pemilih,” kata Luhur saat dikinfirmasi GoSulsel.com, Rabu (5/4/2017).

Meski berasal dari partai yang berbeda, namun keduanya masih dianggap memiliki patron politik yang sama. Kendati begitu, paket Ical – Cicu bisa menjadi pasangan kontestan dengan mulus.

“Kecuali, dianggap bahwa loyalis IAS masih dianggap cukup untuk memenangkan kontestasi,” tutur Luhur.

Saat ditanya soal peluang menang kalau paket Ical – Cicu jika betul – betul maju di Pilwalkot mendatang, Luhur mengatakan hal ini tidak terlepas dari formasi koalisi parpol diluar dari masing – masing partai kedua figur ini.

Diketahui, Deng Ical adalah Sekjen DPD Demokrat Sulsel sedangkan Cicu adalah Ketua DPC NasDem Makassar.

“Ini juga di tentukan formasi kekuatan pasangan lainnya. Termasuk arah koalisi partai politik di luar Partai Demokrat dan Partai Nasdem,” tandas Luhur. (*)


BACA JUGA