Tim gabungan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel dan Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan melakukan razia taksi online di depan Hotel Amaris, Jalan Hertasning, Makassar, Jumat (7/4/2017). Zul Kifli/GoCakrawala

Pelarangan Taksi Online Dinilai Merugikan Masyarakat

Jumat, 07 April 2017 | 19:36 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Harlin - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Keberadaan Taksi Online di Makassar menuai tanggapan dari berbagai pihak. Pasalnya, sebagian masyarakat menganggap kehadiran Taksi Online di Kota Makassar sangat membantu lantaran biaya yang terbilang murah serta waktu menunggu bagi penumpang tidak terlalu lama.

Dekan Fakultas Tekhnik UMI Makassar, Dr Zakir Zabara kepada GoSulsel.com, Jumat (7/4/2017) mengatakan saat ini kita tengah menghadapi era digital. Semua pola kehidupan kita nyaris tidak bisa terpisahkan dengan tekhnologi sehingga menghadapi era ini tentunya semua harus siap berkompetisi.

‘Era Tekhnolohi memang akan membuat punah bagi industri dan pelaku usaha yang tidak siap berkompetisi,” ujarnya.

Menurut dia, Era digital tidak bisa dibendung tapi harus dikendalikan dengan cara kreatif tanpa harus menghalangi, karena sampai kapanpun ini tidak bisa dihalangi kecuali jika kita sebagai bangsa mau menutup diri dari perkembangan dunia luar.

Sama halnya dengan angkutan/taksi online yang tengah marak saat ini. Jika hal ini kemudian berikan ruang gerak tentunya akan membuat ekonomi menengah kebawah bergerak. Namun, aneh rasanya jika pergerakan ekonomi ini dihalangi oleh regulasi pemerintah.

“Mestinya dicarikan solusi yang kongkrit bukan malah dibatasi ruang geraknya dengan regulasi yang ada,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Zakir mengatakan dalam konteks Makassar yang telah mentasbihkan diri sebagai kota dunia dengan mengusung konsep smart city rasanya sangat bertentangan jika adanya pelarangan terhadap taksi online ini untuk beroperasi.

“Masyarakat Makassar menganggap Taksi Online adalah bagian dari realisasi tujuan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menjadikan Kota Makassar menjadi Kota Dunia. Apalagi kota Makassar sebagai daerah yang satu-satunya mendapat rekomendasi United Nation Development Programme (UNDP) untuk mengikuti International Business Machine (IBM) Smart City Challenges 2018 nanti, tutur Dekan Tekhnik UMI Makassar, Dr. Zakir Zabara.

Hal senada disampaikan Ketua Perdik Sulsel, Abd. Rahman, S. Pd, dalam hal ini pihaknya berharap Pemkot dan Pemprov bisa mempertimbangkan regulasi terkait taksi online dengan sudut pandang Internasional

“Seharusnya Pemkot dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam mengambil keputusan harus mempertimbangkan aspek internasionalnya. Apalagi cita-cita kita semua akan menjadikan Makassar sebagai kota dunia,” kata Rahman

Sementara, Makassar dicangkan menjadi Kota dunia. Tentunya hal ini mencerminkan kota yang siap akan hal-hal baru, yang menguntungkan bagi perkembangan daerah dan mempunyai banyak manfaat buat masyarakat, lanjut dia.

“Kota dunia identik dengan tekhnologi. Taksi online berbasis dengan teknologi dan sangat membantu bagi masyarakat difabel maupun non difabel,”ujar Rahman

“Hadirnya Taksi Online dikota Makassar tentu sangat membantu mengurangi pengangguran yang semakin bertambah utamanya di Makassar,” tambahnya. (*)


BACA JUGA