Tersangka Calo Anggota TNI AD Dianggap akan Bertambah

Jumat, 07 April 2017 | 19:52 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Harlin - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan, bahwa kasus werving (Pencaloan Penerimaan Tentara 2015-2016) dimungkinkan tersangkanya akan bertambah.

Pasalnya, menurut dia, hingga saat ini proses penyidikan terhadap tersangka kasus tersebut masih berjalan baik di lingkup militer maupun Polda dan Polrestabes.

“Tersangka kasus werving bertambah yang tadinya 11 orang, kini bertambah menjadi 14 orang dari anggota TNI,” Kata Agus SB di Baruga Syeck Yusuf Kodam VII Wirabuana, Jumat (7/4/17)

Kemudian, Agus SB juga menambahkan selama proses pemeriksaan selain adanya penambahan tersangka, barang bukti berupa dana suap dalam kasus untuk meloloskan menjadi anggota TNI AD juga semakin bertambah. Dimana sebelumnya hanya berjumlah 1,3 M tetapi saat ini bertambah menjadi 1,5 M.

“Kemarin total dana suap yang pencaloan tahun 2016 berjumlah 1,4 miliar. Nah, sekarang bertambah memjadi 1,5 Miliar,” beber Agus SB.

“Semuanya masih dalam proses, kita tunggu saja hasilnya seperti apa. Namun, saya katakan yang terlibat akan mendapatkan hukuman atau sanksi yang tegas,” pungkasnya

“Siapapun dia, akan kita tindak tegas, ada sangksi disiplin yang akan kita berikan dari internal Kodam sendiri,” tegas Agus.

Untuk itu, proses penerimaan calon anggota TNI AD tahun 2017, ia menegaskan akan meningkatkan pengamanan dan sosialisasi kepada semua pihak agar tidak termakan oleh segala rayuan dan iming-iming dari oknum manapun baik itu dari oknum TNI ADa mapun dari pihak lainnya.

Menurut dia, pengetatan seleksi itu bertujuan agar proses seleksi penerimaan prajurit TNI ke depannya berjalan sesuai harapan dan hasilnya didapatkan benih prajurit yang betul-betul profesional dan handal.

“Kita ingin dalam seleksi itu hasilnya ditemukan mereka yang lulus secara profesional bukan bermental buruk karena melalui proses calo,” ucapnya.

“Jadi, sampaikan kepada kami jika ada yang mendengar atau mendapati calo dalam pengurusan TNI AD, kami akan tindaki. Tidak kalah penting juga sampaikan informasi bahwa pengurusan TNI AD itu gratis, tidak dipungut biaya sepersen pun,” ujar Agus SB. (*)


BACA JUGA