Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai semakin intens sosialisasi ke masyarakat terkait program asuransi usaha ternak sapi (AUTS).

DPKH Sinjai Sosialisasi Asuransi Peternakan ke Warga

Senin, 10 April 2017 | 20:07 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Citizen Reporter

Sinjai,GoSulsel.com – Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai semakin intens sosialisasi ke masyarakat terkait program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Sosialisasi kali ini dilakukan di Aula kantor Desa Patallassang, Kecamatan Sinjai Timur, Senin (10/4/2017).

Kepala DPKH Sinjai, Aminuddin Zainuddin mengatakan, dinas peternakan terus melakukan sosialisasi program asuransi ternak sapi supaya program ini bisa sukses.

“Makanya kami intens turun ke lapangan untuk mensosialisasikan asuransi ternak ini kepada warga termasuk memberikan pemahaman tentang keunggulan program pemerintah ini, bahkan sosialisasi hari ini dihadiri oleh kepala desa se kecamatan sinjai timur supaya diharapkan dapat membantu menyampaikan ke warganya tentang asuransi usaha ternak sapi.

Asuransi ternak sapi difokuskan pada perlindungan dalam bentuk ganti rugi kepada peternak jika terjadi kematian sapi kerena penyakit, kecelakaan, beranak atau hilang akibat kecurian. Dengan begitu, peternak dapat meneruskan usahanya dengan membeli indukan sapi,” tuturnya.

Melalui program asuransi usaha ternak sapi, peternak akan mendapatkan biaya pertanggungan 10.000.000 per ekor, jadi yang ditanggung adalah sapi yang mati karena penyakit, kecelakaan, melahirkan, atau hilang karena kecurian, lanjut Aminuddin

Asuransi sapi juga dipastikan dapat menyokong pengembangan ternak sapi di kabupaten sinjai yang lebih berkesinambungan dan meningkatkan kesejahteraan peternak lantaran resiko kerugian yang kerap dialami peternak dapat diminimalir.

Sedangkan sekretaris dinas peternakan dan kesehatan hewan Irwan Suaib menyampaikan bahwa pembayaran premi asuransi usaha ternak sapi ini cukup membayar 40.000/ekor/tahun.

Program ini sangat membantu masyarakat karena mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat sebesar 160 ribu/ekor/tahun. Alhamdulillah pada tahun 2016 ada 1.863 ekor yang masuk asuransi dan tahun ini sementara sudah mencapai 300 ekor lebih.

Sosialisasi ini diikuti oleh puluhan kelompok tani se kecamatan sinjai timur termasuk kelompok tani yang pernah mendapatkan bantuan sapi dari pemerintah.(*)