Saing (50) ditemukan tewas bersimbah darah lehernya digorok dirumahnya sendiri, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin malam (11/4/2017).

Pria Asal Bulukumba Gorok Lehernya Dekat Istrinya yang Tidur

Selasa, 11 April 2017 | 09:07 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Harlin - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Diduga depresi, Saing (50) ditemukan tewas dirumahnya sendiri di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya disamping Perumahan Griya Tonasa, Keluruhan Pai Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin malam (11/4/2017).

Pria asal Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba yang kesehariannya sebagai buruh bangunan ini nekat menggorok lehernya hingga tewas. Saat itu, penghuni rumah tertidur lelap. Sida (49), istri korban kemudian terbangun lantaran dikagetkan dengan percikan darah dari sekujur tubuhnya.

Kejadian tersebut diketahui oleh sang istri sekitar pukul 20.00 Wita. Sida yang pertama kali menemukan suaminya langsung histeris melihat kondisi sang suami sudah berlumuran darah.

Menurut pengakuan Istri korban, korban (Saing) diketahui meninggal setelah percikan-percikan darahnya mengenai tubuhnya. Dia mengaku sama-sama tidur sebelum suaminya nekat menggorok lehenya sendiri hingga tewas, kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa (11/4/2017).

“Mereka sama-sama tidur. Istrinya baru tahu kalau suaminya sudah meninggal setelah darahnya menetes,” ungkap Dicky.

Lebih jauh Dicky mengatakan, korban bersama istrinya sebelumnya baru saja datang dari kampungnya daerah Kajang, Kabupaten Bulukumba dengan menyelesaikan permasalahan sengketa tanah antara korban dengan sepupunya.

Kemudian, lanjut dia, korban bersama rekanya kerjanya sebagai buruh bangunan tetap melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. Namun, korban sempat memberitahukan istrinya bahwa perasaanya tidak enak sehingga istrinya menyarankan untuk istirahat namun tetapi korban tidak menghiraukannya.

Selanjutnya, pada malam harinya, korban kemudian istrahat bersama istrinya. Beselang beberapa jam, istri terbangun dan berteriak sambil menangis karena melihat suaminya berlumuran sarah. Saksi yang bermain kartu langsung membangunkan dua orang anaknya kemudian istri korban membuka pintu kamarnya dan saksi melihat korban sudah tergelatak dengan bersimbah darah dan bagian leher terdapat luka terbuka.

“Korban baru saja datang dari kampungya, siangnya sempat masuk kerja, malamnya masih sempat bercerita dengan istrinya, tapi tidak diketahui apa sebabnya beberapa jam istrinya terbangun korban sudah dalam keadaan tewas, darah berlumuran di sekujur tubuhnya,” tutur Dicky Sondani.

Setelah mendapat informasi, Anggota Polsek Biringkanaya yang dipimpin langsung Kapolsek Biringkanaya didampingi Kanit Reskrim langsung melakukan olah TKP, ditemukanlah sebilah pisau dapur yang diduga digunakan melukai diri korban.

Selanjutnya, korban lalu di evakuasi ke RS Bhayangkara, Makassar guna dilakukan outopsi untuk penyelidikan lebih lanjut, untuk mengetahui motif dan penyebab kematian korban.

“Motif belum bisa dipastikan, apakah korban bunuh diri dengan pisau itu atau seperti apa, polisi masih melakukan proses penyelidikan,” terang Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

“Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di dalam saat kejadian tersebut,” tambahnya. (*)