Mahasiswa Makassar Diedukasi untuk Investasi di Pasar Modal

Minggu, 16 April 2017 | 09:30 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerjaaama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), menyambangi Kota Makassar dalam rangka kegiatan sosialisasi dan edukasi Fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes).

Rangkaian kegiatan sosialisasi di Makassar ini mencakup kegiatan edukasi mengenai pasar modal di Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia, serta kegiatan silaturahmi dengan media.

Amrizal Arief, Kepala Unit Pengembangan Layanan Infrastruktur Investasi KSEI menyatakan bahwa dengan diselenggarakannya kembali program sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat Makassar, khususnya yang sudah menjadi nasabah pasar modal mengenai pentingnya pemantauan portofolio investasi secara langsung melalui Fasilitas AKSes.

“Hadirnya fasilitas yang merupakan sarana transparansi informasi dan perlindungan investor tersebut, diharapkan dapat menarik minat investor baru,” ungkapnya.

Amrizal menambahkan sosialisasi dan edukasi ini juga sejalan dengan kampanye ‘Yuk Nabung Saham’ yang diselenggarakan regulator pasar modal untuk meningkatkan jumlah investor, khususnya investor domestik.

Peningkatan investor domestik di pasar modal telah menunjukkan hasil yang positif, tercatat pada Maret 2017, sebesar 52% aset pasar modal dikuasai oleh investor domestik, hal ini cukup menggembirakan mengingat investor asing pernah menguasai aset pasar modal hingga 65%.

“Tahun 2016 hingga 2017 investor lokal menguasai pasar modal. Selama tiga tahun sebelumnya, investor asing memiliki investasi lebih besar dibanding investor lokal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amrizal menyatakan bahwa saat ini KSEI bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) melakukan berbagai program peningkatan jumlah investor pasar modal melalui kerjasama dengan perguruan tinggi, hal ini cukup berhasil mengajak mahasiswa sebagai investor muda untuk mulai berinvestasi di pasar modal.

“Saat ini mungkin secara nilai investasi belum terlalu besar, namun kami memiliki keyakinan dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan saat sudah mulai bekerja, mereka akan menjadi investor pasar modal yang berkualitas dan benar-benar paham berinvestasi, sehingga akan mampu mendukung ketahanan Pasar Modal Indonesia,” tukasnya.


BACA JUGA