Pihak Keluarga Salim Mamma Bakal Lapor ke Mabes TNI AL

Rabu, 19 April 2017 | 18:09 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Harlin - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Pihak keluarga Salim Mamma tidak terima atas insiden pengeroyokan terhadap Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan itu.

Salim Mamma menjadi korban pengroyokan dari sejumlah oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) di Warkop 75, Jalan Satando, Makassar, Selasa kemarin (18/4/2017). Lantaran itu, terpaksa dia dilarikan ke Rumah Sakit Akademis Makassar.

Farid Mamma yang juga merupakan kakak kandung Salim Mamma saat dikonfirmasi, Rabu (19/4/2017) mengaku tidak terima atas insiden yang mengorbankan adik kandungnya sendiri. Dengan demikian pihaknya mengaku akan melakukan upaya hukum atas insiden yang dialami oleh Adiknya tersebut.

“Sesuai dengan hasil musyawarah keluarga, maka kami akan melakukan upaya hukum dengan melapor ke Mabes TNI AL dan Komnas HAM,” kata Farid Mamma

“Apa yang telah dilakukan oleh puluhan oknum Pomal ini sesungguhnya telah memperlihatkan gaya orde baru dan arogansinya sebagai aparat dan kalau boleh jujur apa hubungannya Pomal dgn perparkiran, dia kan hanya memiliki kewenangan mengurus disiplin internalnya saja,” ungkap Farid ketika dikonfirmasi melalui Via Whatshapnya.

Untuk itu, kata dia, perlu ditegaskan dalam kasus ini sesuai dengan video yang kami pegang jelas korban dikeroyok dan dianiaya dan kami meminta danlantamal dan danpomal turun dari jabatannya karena tidak mengawasi anggotanya sehingga berbuat anarkis dan arogan.

“Intinya kasus ini akan kita tindak lanjuti, kemarin sudah kita lakukan visum di akademis,” tungkasnya.

“Iya, kemarin juga kita sudah melapor di Kepolisian terkait insiden ini,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, kejadian ini berawal ketika Salim Mamma bersama beberapa rekannya sedang menikmati kopi di Warkop 75. Tiba-tiba datang puluhan anggota POMAL dengan pakaian seragam Angkatan Laut dan melarang pengunjung warkop parkir di sepanjang Jalan Satando.

Salim pun keluar dari warkop untuk memindahkan mobilnya. Namun saat keluar ia melihat oknum anggota POMAL akan mengempeskan ban mobilnya. Salim melarang anggota POMAL agar tidak mengempeskan ban mobilnya karena akan segera memindahkan mobil tersebut.

Kendati demikian, Anggota POMAL tidak terima sehingga terjadilah adu mulut antara kedua belah pihak. Salim bahkan akan dibawa ke markas POMAL yang tidak jauh dari Warkop 75. Namun, pengunjung warkop lainnya melarang dan membawa Salim masuk ke warkop.

Oknum POMAL lalu melakukan serangan dengan mengeroyok Salim di pelataran warkop tersebut. Akibat itu, Ia mengalami luka memar dan lecet di bagian wajahnya serta bajunya terkoyak/robek. Salim pun kemudian dilarikan ke IGD RS. Siloam Makassar mendapat perawatan medis. (*)


BACA JUGA