Ilustrasi
#

Menu Koalisi PKS, Pilih ‘Nasi Goreng’ Jakarta atau ‘Jagung’ Takalar

Selasa, 25 April 2017 | 17:12 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Jelang Pilkada Makassar, PKS merupakan salah satu partai yang paling aktif melakukan komunikasi baik melalui pintu figur maupun komunikasi melalui jalur partai politik pasca Pemilihan Raya (Pemira). Hasil Pemira, nama Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Ketua NasDem Makassar Andi Rachmatika Dewi meraih suara tertinggi.

Pengamat politik dari Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto mengatakan, pilihan kandidat yang diusung PKS bersama koalisinya cukup sukses. PKS saat ini berada diatas angin dengan hasil positif diraih di Pilgub DKI Jakarta dan Pilkada Takalar dengan menempatkan pasangan usungannya meraih suara terbanyak.

“Saya melihat sekarang PKS punya keuntungan untuk membangun koalisi partai alternatif di luar koalisi besar. Seperti pengalaman Pilkada Takalar dan juga Jakarta,” kata Luhur kepada GoSulsel.com, Selasa (25/4/2017).

Untuk situasi Pilwalkot Makassar, kata Luhur, keberhasilan dan pengalaman di daerah lain seharusnya bisa ditransformasi. Komunikasi dan interaksi antar elit yang sudah terbangun sebelumnya bisa membantu untuk melanjutkan koalisi PKS-Nasdem dan PKB seperti di Takalar atau koalisi PKS-Gerindra seperti di Pilkada DKI Jakarta.

“PKS sekarang bisa pilih menu koalisi, mau ‘nasi goreng’ Jakarta atau ‘jagung’ Takalar,” ungkapnya.

Hanya saja, saat ini NasDem secara terang-terangan telah memastikan akan melawan Danny di Pilkada mendatang. Bahkan, partai besutan Surya Paloh ini telah menyiapkan Ketua DPC NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi sebagai figur penantang Danny.

Ditanya soal peluang koalisi PKS – NasDem untuk menumbangkan Danny, Luhur mengatakan hal ini bisa saja terjadi tergantung dari jumlah pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada Makassar mendatang.

“Petahana diuntungkan kalau banyak calon, tapi sekiranya terjadi head to head dan PKS bersama Nasdem bersama lawan incumbent, maka bisa kans nya cukup terbuka,” tutupnya.

Diketahui NasDem dan PKS masing – masing mengontrol 5 kursi di DPRD Makassar. Jika kedua partai ini berkualisi maka sudah cukup untuk mengusung satu pasangan calon dengan persentase 20 persen kursi dari 50 anggota DPRD Makassar secara kesluruhan.(*)


BACA JUGA