Ketua DPW Partai NasDem Sulsel, Rusdi Masse
#

Cerita Haru RMS Menangkan SK-HD, Dari tak Kenal Hingga Ngotot Melawan

Kamis, 27 April 2017 | 15:28 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan pasangan Burhanuddin Baharuddin- Natsir Ibrahim di Pilkada Takalar menjadi babak baru bagi Syamsari Kitta- Achmad Dg Sere.

Kedua resmi dinyatakan sebagai bupati dan wakil bupati Takalar periode 2017-2022. Meski awalnya kedua pasangan ini, dipandang sebelah mata karena melawan pasangan incumbent dengan kekuatan politik yang besar.

Ketua DPW Partai NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) mengaku tidak pernah mengenal Syamsari Kitta saat hendak mengusungnya sebagai calon bupati Takalar melawan incumbent Burhanuddin Baharuddin.

“Saya hanya ketemu sekali di Kantor DPW NasDem,” kata RMS.

Perjalanan Syamsari menjadi bupati tidak lepas dari RMS. Sebelumnya, Syamsari mengaku telah putus asa lantaran partainya tidak cukup kursi untuk mengusung melawan incumbent.

Apalagi pada saat itu hampir semua partai besar telah mengeluarkan rekomendasi ke paket incumbent. Di saat last minute itulah, RMS hadir. RMS bertemu Syamsari bersama 2 rekannya di sekretariat Partai NasDem Jalan Hertasning.

Yang lucu karena RMS sama sekali tidak mengenal Syamsari bahkan bertemu pun tidak pernah. “Saya pertama ketemu itu malam saja. Saya tanya bagaimana persiapannya dan partai apa saja yang sudah mendukung incumbent,” cerita RMS.

Cerita berlanjut, baik Syamsari maupun RMS tidak pernah bertemu lagi. Sementara euforia melawan kotak kosong di Takalar semakin kencang.

Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin – Nasir Ibrahim juga semakin percaya diri tak ada lawannya sebab mayoritas partai telah memberikan rekomendasi buat dirinya.

Namun tak disangka, RMS yang ikut menghadiri rapat penetapan calon kepala daerah di DPP Partai NasDem di Jakarta tiba tiba merubah konstalasi di Takalar. Rupanya di DPP NasDem ngotot mengusulkan Syamsari sebagai calon bupati Takalar menantang incumbent.

“Waktu itu survei Bur dan Nojeng sangat tinggi. Tidak ada yang yakin kalau Syamsari ini bakalan menang tapi saya berusaha dan yakinkan DPP,” ungkap RMS.

RMS melanjutkan, tak begitu lama surat rekomendasi dari DPP NasDem pun terbit pada sore hari. Rekomendasi tersebut langsung beredar di Sejumlah media di Makassar serta media media sosial.

Bupati Sidrap ini menjelaskan bahwa alasan utama dirinya memilih Syamsari semata-mata karena pertimbangan demokrasi sebab di Takalar pada saat itu tidak ada lawan bagi incumbent.

“Di Takalar itu tidak boleh melawan kotak kosong. Kita jangan pertontonkan suasana demokrasi seperti itu di Sulawesi Selatan” kata RMS.

Sebagai pimpinan Parpol, kata RMS, dirinya merasa bertanggungjawab secara moral terhadap dunia demokrasi di Sulawesi Selatan. Oleh sebab itulah dirinya ngotot ke DPP untuk mengusung Syamsari sebagai calon bupati Takalar.

Sementara pada saat penentuan paket, RMS mengaku tidak terlibat jauh lagi. Alasannya, kata RMS, yang penting Pilkada Takalar itu kembali berwarna dan suasana Pilkada itu kelihatan. Ada kampanye, debat dan adu visi misi untuk masyarakat Takalar.

“Saya hanya sekali ketemu sama Haji De’de di Jakarta. Dan tidak ada pembicaraan paket pada saat itu,” ungkap suami Fatmawati Rusdi anggota DPR RI dari Fraksi PPP ini.

Kemenangan Syamsari dan Haji De’de melalui usungan Partai Nasdem dan PKS di Takalar ini, kata RMS, merupakan kemenangan rakyat Takalar.

Menurutnya itu adalah kemenangan semua masyarakat Takalar, soal berlangsung pencoblosan itu hanyalah proses saja di era demokrasi seperti ini. “Tapi apapun namanya, Takalar lah yang menang. Sukses buat masyarakat Takalar,” seru RMS. (*)