Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 5 Makassar.(*)
#

None Maju, Ancaman Besar Bagi Danny

Kamis, 27 April 2017 | 19:57 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, yang digadang-gadang maju dalam bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018 makin menguat. Itu setelah None sapaan Irman Yasin Limpo mengambil formulir pendaftaran bakal calon wali kota di Gerindra Makassar, Rabu (26/4/2017) kemarin.

Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto menilai munculnya None di Pilwalkot Makassar bisa menjadi ancaman besar bagi kandidat lain khususnya petahana. Pasalnya, None yang juga adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini memiliki kematangan dan pengalaman di perhelatan demokrasi lima tahunan itu.

Itu terlihat pada Pilwalkot 2013 lalu, None berpasangan Busrah Abdullah mampu meraih suara terbanyak kedua setelah pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal, hanya dalam beberapa bulan saja melakukan sosialiasasi.

“Pak None sudah berpengalaman di Pilwalkot sepertinya sudah memahami peta dukungan elektoral di Kota Makassar,” kata Luhur, saat dikonfimasi GoSulsel.com, Kamis (27/4/2017).

Ditanya peluang None diusung Gerindra, Luhur mengatakan masih terbuka lebar mengingat None masih punya pendukung fanatiknya. Jika itu terjadi, bisa menjadi ‘gempa bumi’ bagi kandidat lain khususnya petahana.

“Kalau Gerindra dan koalisinya serius mau usung, saya kira menjadi penantang sangat prospektif. Bisa berpasangan pimpinan partai, yang punya infrastruktur yang terkonsolidasi dengan baik,” ujarnya.

“Punya tim pemenangan yang bekerja spartan hingga akhir pertarungan. Birokrat dengan insting politik yang baik,” tambahnya.

Hanya saja, kata Luhur, tim None akan memiliki tantangan untuk melakukan kerja politik. Menfokuskan pada Ichsan Yasin Limpo yang bertarung di Pilgub ataupun None di Pilkada Makassar. Meski begitu, jika dikelola dengan baik None memiliki kans besar untuk bertarung.

“Tantangannya adalah bagaimana bersinergi dengan kerja-kerja tim IYL di Pilgub. Butuh energi ekstra untuk merapikan kerja-kerja ganda tim pemenangan, yang bekerja di dua arena yang berbeda,” tandasnya.(*)