Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Disdik Sulsel, Drs Muhammad Ruslim

Calo PPDB Online, Apa Betul Ada?

Rabu, 05 Juli 2017 | 20:34 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Mafia pendidikan atau calo di dunia pendidikan masih saja ada yang ditemukan. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online ini merupakan kesempatan mereka menawarkan jasanya kepada siswa baru dan orang tuanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo, saat ditanyai perihal tersebut mengatakan bahwa penerimaan siswa baru ini berbeda dengan tahun lalu.

“Bagaimana caranya mereka? Karena penerimaan SMA ini tidak sama dengan penerimaan SMA yang lalu. Yang penuh dengan nota, dusta dan calo,” ujarnya.

Masyarakat dihimbau untuk tidak termakan dengan tawaran yang diberikan calo tersebut.

Menanggapi keluhan masyarakat terhadap sistem online ini, dikatakannya bahwa dalam hal ini keadilan dan integratis yang dijamin dan hal tersebut yang merupakan harapan banyak pihak.

“Yang mengeluh itu hanya pejabat yang tidak laku notanya dan orang-orang yang tidak sesuai harapannya, tapi keadilan dan integritasnya kami jamin dan itu harapan semua orang yang tidak terkontaminasi,” tuturnya.

Seorang wali peserta didik baru di SMA mengatakan bahwa ada tawaran dari salah satu sekolah di Makassar untuk memasukkan sepupunya ke sekolah tersebut walaupun sepupunya tersebut tidak lulus dalam seleksi online.

“Sepupu saya mendaftar di SMA 1, 2, dan 21 Makassar. Dia tidak lulus di SMA 1 & 2, lulus di SMA 21. Tapi, ada oknum dari sekolah yang tidak dilulusi tersebut yang menawari untuk memasukkan sepupu saya ke sekolahnya,” ungkap Vera kepada Gosulsel.com.

Namun, hal tersebut dibantah dengan tegas oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Disdik Sulsel, yang juga merupakan Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/ Sederajat di Sulsel, Drs Muhammad Ruslim. Ia mengatakan bahwa tidak ada calo semacam itu selama PPDB berlangsung.

“Tidak ada calo-calo begitu. Siapa yang bilang kalo ada calo. Jangan percaya begitu. Kalau ada yang begitu kasi tahu saya orangnya. Sistem tidak memungkinkan melakukan itu karena sistem aplikasi,” tegasnya. (*)


BACA JUGA