Bank Indonesia Perwakilan Sulsel menemukan 211 lembar uang palsu pada Juni 2017/Kamis, 6 Juli 2017/Andi Nita Purnama/Gosulsel.com

Bank Indonesia Temukan 211 Lembar Uang Palsu di Sulsel

Jumat, 07 Juli 2017 | 00:35 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menemukan uang palsu pada Juni 2017 sejumlah 211 lembar, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 163 lembar.

Angka tersebut juga terbilang meningkat dibanding dengan bulan yang sama tahun 2016 yang hanya 113 lembar. Selama 2017 diperiode Jan-Juni telah ditemukan sebanyak 1.344 lembar uang palsu di wilayah Sulawesi Selatan.

“Adanya temuan uang palsu tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dan perbankan semakin paham, peduli dan sadar untuk melaporkan kepada Bank Indonesia apabila menemukan uang palsu atau meragukan keaslian uang yang diterimanya,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso, Kamis (06/07/17).

Hal tersebut sejalan dengan semakin intensifnya kegiatan sosialisasi keaslian uang rupiah dan kegiatan kas keliling yang dilakukan oleh Bank Indonesia ke berbagai daerah.

“Bank Indonesia akan terus menggalakkan kegiatan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada berbagai lapisan masyarakat di banyak daerah, sehingga pemahaman masyarakat tentang uang rupiah asli semakin meningkat dan peredaran uang palsu menurun,” himbaunya.

Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah & Layanan Administrasi, Suzanna  G. Hamboer, menambahkan bahwa masyarakat melaporkan ke perbankan untuk mengklarifikasi uang rupiah yan diterimanya. Penemuan uang palsu tersebut merata di wilayah Sulawesi Selatan.

“Uang palsu ini dari klarifikasi masyarakat dengan perbankan, jadi perbankan yang menerima dari masyarakat. Merata se Sulsel,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya penemuan uang palsu ini karena kesadaran masyarakat yang semakin meningkat.

“Meningkat penemuannya karena masyarakat mulai sadar, kalau lihat ada yang kusam-kusam sedikit diklarifikasi ke bank,” tukasnya.(*)


BACA JUGA