Salah satu view di Puncak Tellongeng Mariannge, Kabupaten Soppeng

Yuk Berkunjung Ke Puncak Tellongeng MariangE, Panorama Keindahan Alam di Atap Soppeng

Minggu, 17 September 2017 | 12:32 Wita - Editor: Irfan Wahab -

Soppeng, GoSulsel.com — Di Sulawesi Selatan banyak kita temukan keindahan alam yang memiliki ekosistem baik dari jarak jauh maupun dari jarak dekat. Dengan panorama keindahan alam yang sangat memanjakan mata dan mempesona tentunya sangat rugi jika tak disaksikan.

Begitu juga dengan pesona alam di kota Kalong, Kabupaten Soppeng. Keindahan dari puncak Tellongeng MariangE tepatnya di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata memang dapat disaksikan dari banyak tempat.

Menikmati perjalanan yang begitu banyak view yang istimewa untuk mendapatkan panorama maksimal serta alam yang terasa begitu fresh dan asri memang sangat menyenangkan.

Saat GoSulsel.com menyusuri puncak tersebut, Minggu (17/09/2017) dengan jarak tempu jalan kaki sekitar 20 menit mendaki dan di sepanjang jalan terdapat banyak tulisan-tulisan yang membuat kita tersenyum membuat keletihan berjalan kaki musnah secara perlahan menuju puncak Tellongeng Mariannge.

Puncak Tellongeng MariangE dapat juga ditempuh dengan kendaraan roda dua yang harus membutuhkan fisik dan mental kuat serta keahlian berkendara.

Puncak Tellongeng MariangE awalnya ditemukan Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) lalu kemudian dibenahi bersama Karang Taruna untuk dijadikan tempat rekreasi gratis.

Salah satu pengunjung, Enceng, mahasiswa Puangrimaggalatung Kabupaten Wajo kepada GoSulsel.com mengaku penasaran ketika melihat keindahan Tellongeng MariangE melalui sosial media.

“Saya sengaja datang bersama teman-teman untuk melihat keindahan serta derasnya anging jika berada di puncak,” ungkapnya sambil berucap InsyaAllah mudah-mudahan bisa kesini lagi.

Diketahui bahwa di puncak Tellongeng MariangE Desa Mattabulu memiliki batu besar yang konon jaman dahulu tempat dijadikan berlindung saat perang sehingga ditata sedemikian rupa untuk di jadikan lokasi selfi-selfi bahkan di tempat tersebut terdapat pohon jomblo dan kursi jodoh, ayunan dan musik tradisional yang hanya menggunakan kayu. (*)

 

 


BACA JUGA