Awali Prosesi Upacara, Danny Basuh Wajah di Bungung Baraniya

Kamis, 09 November 2017 | 15:36 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Mengawali prosesi upacara di Makam Raja Tallo, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengunjungi Timungan Lompoa Ri Tallo dan memasuki Bungung Baraniya atau sumur pemberani.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto membasuh mukanya dengan air yang diambil dari sumur itu.

Dahulunya Bungung Baraniya itu dijadikan bagi para raja atau pun pahlawan sebagai tempat membasuh dirinya sebelum berangkat berperang.

Karena kejernihannya pula air disumur itupun dapat diminum langsung. Konon katanya, sumur tersebut tak pernah surut ataupun kering.

“Ada tiga hal yang bisa di tarik dari hari ini dijadikan nilai untuk membangun Makassar dalam perjuangan sebuah pelajaran. Pertama, Makassar lahir dan dideklarasikan usai Shalat Jumat. Kedua, Makassar lahir dari kebersamaan dan ketiga Makassar lahir karena persatuan pikiran-pikiran dari berbagai pihak dahulunya,” jelas Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Kamis (09/11/2017).

Danny mengunjungi dua makam pahlawan di kompleks pemakaman raja-raja Tallo. Mereka adalah Karaeng Parang-parang Karaeng Bainea Ri Tallo dan Sultan Mudaffar Karaeng Kanjilo Ammalianga Ritimoro Raja Tallo ke VII.

Didampingi Wakil Walikota, Syamsu Rizal, dibawah Lellung Danny mengikuti seluruh ritual, mulai dari melakukan salam Anggaru sebelum masuk ke lingkungan Makam. Hal ini, mencerminkan rasa hormat dan cinta kasih Danny yang sebesar-besarnya kepada para pahlawan.

Lantas setelah itu, Danny bersama jajaran SKPD Pemkot Makassar melakukan prosesi upacara di depan makam Karaeng Parang-parang Karaeng Bainea Ri Tallo.

Makam tersebut merupakan anak dari raja sebelumnya, yang memerintah Tallo bersama suaminya Tunijallo, Raja Gowa ke-12.

Turut mendampingi Raja Tallo, Ketua Umum Majelis Adat Budaya Keraton Nusantara dan Sekjen Raja Bonea Selayar.

Upacara tersebut turut disaksikan pula oleh seluruh warga serta satuan tugas (Satgas), para RT/RW, Camat dan Lurah se- Kota Makassar. Makassar yang dideklarasikan pada hari Jumat kini berusia 410 tahun. (*)