Wisata Sulsel Gencar Dipromosikan di International Monetary Fund World Bank

Selasa, 21 November 2017 | 12:47 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Jakarta, Gosulsel.com – Dengan tema Voyage to Indonesia 2018, Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) – World Bank (WB) diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan kepada dunia tentang ASEAN countries khususnya Indonesia.

Tak ketinggalan, Explore Makassar yang bertajuk Makassar Great Sale atau MGS 2017 juga tengah gencar-gencarnya dipromosikan.

Pertemuan tahunan IMF-WB tersebut akan menjadi ajang promosi pariwisata daerah di Indonesia. Melalui pertemuan ini, Makassar lewat Explore Makassar juga diharapkan dapat menyedot wisatawan baik domestik maupun internasional.

Taskforce IMF- WB Annual Meeting 2018, Jacob Pieters menyampaikan bahwa Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pada penyelenggaraan kali ini setelah sebelumnya Filipina dan Thailand sudah pernah merasakannya. Menjadi tuan rumah bukanlah sesuatu yang spontan, namun butuh proses untuk mewujudkannya.

“Kita lakukan leading, daftarkan diri dan harus bisa menceritakam kepada mereka kenapa kita mampu menjadi tuan rumah. Oktober 2015 kita ditetapkan jadi tuan rumah setelah itu kita lakukan persiapan,” kata Taskforce IMF- WB Annual Meeting 2018, Jacob Pieters, di Pelatihan Wartawan Daerah 2018, Jakarta (21/11/2017).

Lanjutnya, pertemuan tahunan ini merupakan event terbesar dunia di bidang ekonomi dan keuangan. Tak hanya pertemuan atau seminar yang akan diikuti dalam kegiatan ini, namun juga akan ada fintech expo, forum pemberdayaan perempuan, investment forum, dan lainnya.

Ia juga mengatakan bahwa penyelenggaraan yang sukses tidak cukup, tapi manfaatkan momentum ini jadi suatu momentum besar agar Indonesia kedepannya akan mendapat manfaat. Diungkapkannya bahwa kita ingin katakan kepada dunia bahwa ekonomi kita sudah reformed, resilient, dan progressive.

“Event ini eventnya cuma tiga sebenarnya, yang lain dalam bentuk meeting dan seminar yang bahas isu dunia. Ekonomi syariah juga kita bisa show case, women empowerment di Indoneaia juga akan ditampilkan, bagiamana wanita di desa bisa menjadi produktif dan bisa mendorong perekonomian,” pungkasnya.