Antisipasi Banjir, BPBD Maros Bentuk Relawan Sungai

Kamis, 23 November 2017 | 11:25 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros, GoSulsel.com – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros membentuk relawan sungai.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana banjir di Maros yang terjadi hampir tiap tahun. 

Pembentukan relawan sungai ini dilakukan saat BPBP Maros menggelar apel siaga  bencana di Lapangan Pallantikang Kabupaten Maros. Rabu (22/11/2017).  

Kepala BPBD kabupaten Maros Frans Johan mengatakan, relawan sungai ini dibentuk untuk mengantisipasi dan sebagai upaya pencegahan banjir. Relawan ini bertugas memastikan warga kabupaten Maros tidak ada lagi yang membuang sampah di sungai. 

“Bukan hanya memantau warga, tapi juga pabrik-pabrik perusahaan jangan sampai  ada yang membuang limbahnya ke sungai. Tugas mereka juag senantiasa menghimbau  untuk menjaga kebersihan sungai. Jika ada pelanggaran, mereka bisa melaporkan  ke pihak yang berwenang,” papar Frans. 

Jumlah relawan sungai yang dibentuk sebanyak 30 orang. Selain relawan sungai,  BPBD juga memiliki relawan desa tangguh bencana (destana) yang berada didua  kecamatan yakni Mattirodeceng kecamatan Lau dan desa Bontotallasa kecamatan Simbang. 

Sedangkan personil internal BPBD yang siap 24 jam sebanyak 45 orang dengan kendaraan operasional 4 buah dan perahu karet 4 buah. Peta rawan bencana juga telah dimiliki oleh BPBD kata Frans. Untuk bencana banjir kecamatan yang rawan adalah Lau, Bontoa, Turikale dan sebagian Bantimurung. Sedangkan daerah Camba, Cenrana dan Mallawa rawan terjadi longsor.

“Kalau di Maros itu paling sering banjir dan angin puting beliung. Dua bencana itu selalu terjadi tiap tahun,” ujar Frans.

Apel siaga bencana ini dipimpin langsung oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman. Apel ini digelar untuk mengecek kesiapan BPBD Maros dan seluruh stakeholder 

menghadapi bencana mengingat sudah masuknya musim penghujan dan bencana banjir serta angin puting beliung terjadi hampir tiap tahun di Maros. 

Hatta mengatakan, kabupaten Maros mewaspadai bencana banjir besar seperti yang terjadi lima tahun silam. menurutnya, siklus banjir besar terjadi setiap lima tahun. 

“Awal 2013 lalu kita tahu banjir besar terjadi di Maros sehingga ini perlu kita waspadai pada Januari 2018 mendatang, langkah-langkah antisipasi diperlukan dan seluruh stakeholder dapat bersinergi terhadap bencana yang akan datang. Kesiapan kita bukan karena kita berharap bencana terjadi tapi ddiperlukan antisipasi jika terjadi bencana untuk mencegah korban jiwa dan kerugian materil,” papar Hatta. 

Apel siaga bencana ini disambut dengan guyuran hujan yang sangat deras, namun peserta apel siaga tidak bergeming hingga apel siaga selesai. (*)