Perkuat Sutera Sulsel, Wajo Buka Lahan 50.000 Ha Budidaya Ulat

Senin, 27 November 2017 | 14:06 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar,Gosulsel.com – Produksi sutera Sulsel masih terkendala dengan bahan baku pembuatannya. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mulai berupaya meningkatkan produksi bahan baku tersebut. Tahun ini, Wajo telah membuka lahan seluas 50.000 hektar untuk memperkuat sektor hulu sutera.

“Tahun 2017, Wajo sudah membuka lahan 50.000 hektar untuk memperkuat hulunya sutera. Enrekang juga seperti itu. Kita berharap daerah lain seperti itu juga,” kata Kepala Dinas Perindustrian Sulawesi Selatan, Ahmadi Akil, Senin (27/11/2017).

Tak hanya itu, guna mendukung industri sutera di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan P.37/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 tentang Pengadaan dan Peredaran Telur Ulat Sutera. Ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi sektor hulu untuk membangkitkan kembali industri persuteraan alam nasional.

“Dengan perluasan kawasan murbey dan kebijakan itu sudah dilaksanakan masing-masing daerah, kita yakin target kita paling tidak lebih baik dari tahun ini,” tuturnya.

Lanjutnya, berdasarkan data International Sericultural Commision (Inserco) pada tahun 2012 Indonesia memproduksi sutera mencapai 20 ton, terus berkurang hingga pada tahun 2015 produksinya hanya 8 ton. Hal ini menyebabkan impor sutera meningkat sejak tahun 2012, terutama untuk produk benang dan kain sutera.

“Selama ini kan memang persuteraan kita di Sulsel lagi turun disebakan karena hulu nya yang kurang tersedia bahan bakunya. Akibat menurun dari tahun ke tahun, makanya komitmen kita di Sulsel untuk mengembalikan kejayaan sutera,” ujarnya.

Menurunnya produksi sutera menyebabkan banyak petani murbey beralih mnjadi petani coklat, kopi, dan lainnya. Diharapkan dengan adanya kebijakan baru terhadap impor kokon, petani bisa kembali berproduksi.

“Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan ini masyarakat mau beralih lagi untuk melakukan penanaman murbey kembali seperti sutera dulu,” tukasnya.(*)