#

Ditinggalkan Gerindra, Nasib NA-ASS Diujung Tanduk

Jumat, 05 Januari 2018 | 10:55 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar,GoSulsel.com – Nasib bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) berada diujung tanduk. Koalisi partai pengusungnya “diganggu” Agus Arifin Nu’mang. Kali ini, Gerindra telah resmi meninggalkan pasangan yang menggunakan tagline “Prof Andalan” itu. 

Ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto menyerahkan langsung rekomendasi form B1.KWK ke pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) di kediaman pribadinya, Karta Negara, Kemayoran Baru, Jakarta, pada Kamis malam (4/1/2018).

Tidak hanya Gerindra, salah satu partai pengusung NA-ASS lainnya dikabarkan akan mengikuti jejak partai berlambang kepala garuda itu. Hal ini bukan tanpa alasan, arah politik nasional, Koalisi Merah Putih (KMP), yakni PKS, PAN dan Gerindra bukan hal yang tidak mungkin untuk solid dalam satu koalisi. Ditambah lagi statemen Agus AN yang akan memberikan kejutan selanjutnya, yakni mencukupkan koalisi partai pengusung.

Menanggapi hal itu, pakar politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto tidak menampik, bahwa pertarungan Pilgub Sulsel adalah rivalitas Jokowidodo vs Prabowo Jilid 2. Untuk mengamankan langkah politiknya, ANN-TBL perlu segera mengunci dukungan partai koalisi lain.



“Saya kira AAN-TBL hanya perlu segera mengunci dukungan dari koalisi partai yang lain. Ini sudah pertaruhan koalisi nasional. Apakah Partai-partai oposisi bisa mempecundangi koalisi pemerintah, yang berarti pula Prabowo mempecundangi Jokowi? Kita tunggu langkah selanjutnya dari AAN-TBL dan NA-ASS,” kata Luhur saat dimintai analisanya, Kamis (4/1/2018).

Nasib NA-ASS, kata dia sangat di tentukan kekuatan endorsement dari koalisi istana.

“Kalau gagal, berarti nasib NA-ASS sudah selesai, dan sekaligus merefleksikan kekuatan elektoral Jokowi juga sudah habis di Sulsel,” tungkasnya.

Diapun mengatakan, arah finalisasi dukungan PAN, PPP dan juga Demokrat yang menentukan nasib kedua pasangan ini.

“Arah Dukungan PAN, PPP dan juga Demokrat sangat menentukan. Kalau berdasarkan pemetaan koalisi, maka Partai-partai itu bukan termasuk barisan utama pendukung PemerintahArtinya, peluang AAN-TBL lebih terbuka merebut rekomendasi dari Partai-partai tersebut,” tandasnya.(*)


BACA JUGA