Kenalkan Budaya Toraja Melalui Film Lolai Cinta Diatas Awan

Minggu, 07 Januari 2018 | 09:01 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Indra Ahmad - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Industri perfilman di tanah air berkembang pesat, hal ini dibuktikan dengan lahirnya deretan karya-karya film yang banyak diminati oleh para penikmat film di Indonesia.

Bahkan hal ini juga mendorong perfilman yang ada di Sulsel utamanya Kota makassar yang pada tahun 2017 kemarin, deretan film yang diproduksi berhasil mendapat animo penonton yang luar biasa.

Hal ini pula yang mendorong lahirnya film-film baru. Di awal tahun 2018, Timur Pictures mempersembahkan film dengan judul Lolai Cinta Diatas Awan.

Lolai Cinta Diatas Awan yang disutradarai Andrew Parinussa, merupakan film drama keluarga yang berkisah tentang seorang anak perempuan bernama Tara yang diperankan oleh Maizura, adalah seorang penulis remaja dengan karyanya yang sedang populer, sayangnya ditengah popularitasnya sebagai penulis Tara harus kehilangan ayahnya, hal ini membuatnya bersedih sehingga tidak konsen pada popularitas dan karya tulisnya.



Dalam kesedihan ia pun dekat dengan seorang penyiar radio yakni Rizcky yang diperankan oleh Rizcky de Keizer memiliki perasaan terhadap Tara. Kemudian diusia Tara yang menginjak 17 tahun sebuah kenyataan pahit menjadi pukulan berat dalam kehidupan masa remajanya, ayah yang sangat disayanginya ternyata bukanlah ayah kandungnya, hal ini membuatnya sangat sedih dan diterpa kecewa hingga membuatnya pergi untuk mencari ayahnya ditanah Lolai negeri diatas awan Toraja Utara.

“Film Lolai Cinta Diatas Awan, merupakan film keluarga yang digarap tidak hanya untuk mewarnai perfilman tanah air, melainkan juga mengangkat budaya dan sektor pariwisata yang ada di Sulawesi Selatan yakni “Lolai negeri diatas awan yang berada di Toraja Utara, dengan lokasi syuting di Makassar dan Toraja,” jelas Andrew Parinussa, Sabtu (6/1/2018).

Untuk pemilihan lokasi, kenapa Lolai dan Toraja, Andrew menjelaskan karena Lolai merupakan tempat destinasi wisata yang sangat menarik saat ini dan budaya yang menarik di kota Toraja yang harus eksplor lebih jauh.

“Kita juga mengangkat budaya, seperti rambu solo yang akan kita tampilkan di film. Dan mengenalkan tempat yang landscape nya sangat indah di Toraja,”tandasnya.

Film yang mengangkat sisi intrik keluarga dengan sisi budaya yang kental ini direncanakan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pertengahan tahun ini.

“Cerita ini menjadi sangat penting bagi saya karena di Indonesia khususnya di Makassar masih sangat kurang film yang membicarakan tentang pentingnya suatu hubungan keluarga khususnya antara ayah dan anak perempuan. Semoga film ini dapat diterima oleh Masyarakat Indonesia dan menjadi pilihan tontonan menarik bagi keluarga,” kunci Andi Burhamzah, Produser film Lolai Cinta Diatas Awan. (*)