Gubernur SYL Motivasi 641 CPNS Kemenkum HAM Lewat Telekonferensi

Senin, 22 Januari 2018 | 16:10 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, Gosulsel.com — Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap agar Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel serta aparat yang ada di dalamnya menjadi yang terbaik di Indonesia, termasuk mereka 641 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkum HAM yang baru diberikan SK pengangkatan.

Hal tersebut disampaikan Syahrul YL saat melakukan telekonferensi dari Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel bersama Menteri Hukum dan HAM Yosanna Laoly di Balai Kartini Jakarta, Senin (22/1).

“Saya ingin tidak ada lapas tidak ada petugasnya. Dan kami bertekad menjadi Kantor Wilayah Kemenkum HAM terbaik di Indonesia,” kata Syahrul YL saat diminta saran dan harapannya.

SYL hadir menyerahkan secara langsung Surat Keputusan (SK) pengangkatan 641 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel pada masa awal Orientasi dan Pembekalan CPNS Tahun 2018 Kementerian HAM Sulsel.



Lebih lanjut, Yosanna bertanya kepada salah satu CPNS yang diterima berasal dari Kabupaten Sinjai, ia menanyakan apakah bersedia di tempatkan di seluruh wilayah kerja Kemenkum HAM RI.

Sulsel menjadi provinsi pertama yang diberikan kesempatan untuk telekonfrensi. Usai melakukan telekonfrensi bersama 33 kantor wilayah, acara dikembalikan ke daerah masing-masing. Acara di awali dengan tarian Melayu “Laila Canggung” dari warga binaan lapas perempuan Sungguhminasa Gowa. Mereka menari dengan sangat anggun, indan dan luwes.

SYL dalam sambutan dan arahannya memberikan motivasi kepada calon abdi negara ini.

“Hari ini buat saya kalian bukan lagi calon pegawai negeri tetapi sudah menjadi pejabat negara. Hari ini menjadi kehormatan bagi kita semua, PNS itu takdir Tuhan dan kita yang dipilih,” sebut Syahrul YL dan disambut tepuk tangan meriah dari ratusan CPNS yang hadir.

Ia juga meminta kepada mereka untuk memberikan bagian terbaik dari mereka dalam menjalankan tugas, sekecil apapun itu dengan ikhlas, hingga menghasilkan sebuah prestasi.

“Saya seperti kalian, saya awali jadi kepala desa, pernah jadi lurah, jadi tukang ketik naskah pidato, bahkan pernah dilempari naskah tersebut, sekarang saya jadi gubernur,” ujarnya.

Pesan lain yang dititipkannya ada dua point, biasakan hidup normatif dan wajar saja serta tidak melawan hukum.

“Pertama, hiduplah secara normal, sepantas-pantasnya saja dan kedua tidak melawan hukum, apalagi kalian di Kemenkum HAM,” harapnya.

Gubernur dua periode ini juga membagikan tips keberhasilan khas yang ia ramu dengan nama PAKUI. Lebih rinci PAKUI adalah Pray (doa), Attitude (karakter), Knowledge (ilmu pengetahuan), Ulet, dan Impian.

Sementara itu, Kakanwilkum HAM Sulsel Sahabuddin Kilkolda, menjelaskan penerimaan CPNS tersebut berlangsung selama enam bulan. Alokasi untuk seluruh Indonesia sebanyak 17.526 orang dengan perincian 14.000 untuk Jabatan Penjaga Tahanan di Lapas dan Rutan dengan kualifikasi pendidikan SLTA sederajat, 2.308 orang untuk Jabatan Petugas Imigrasi dan 1.218 orang untuk jabatan lainnya dengan kualifikasi Dokter Spesialis, Dokter, Sarjana dan Diploma III.

“Dari jumlah ini, untuk Sulsel mendapat alokasi formasi sebanyak 641 orang dengan rincian 551 orang kualifikasi SLTA dan 90 orang kualifikasi Dokter dan Sarjana,” sebut Kilkolda.(*)


BACA JUGA