Jaga Kestabilan Harga Pangan, BI Bersinergi dengan BMKG

Senin, 29 Januari 2018 | 21:01 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Beberapa komoditas pangan mengalami tekanan harga selama kurun waktu tahun 2013 hingga 2017. Komoditas tersebut diantaranya ikan bandeng/ bolu, ikan layang/ benggol, beras, bawang merah, dan cabai merah. 

Komoditi-komoditi tersebut produksinya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso, usai melakukan penandatanganan kerjasama antara BI dan BMKG, Senin (29/01/2018).

Kondisi ekonomi Sulawesi Selatan sangat dipengaruhi oleh Lapangan Usaha Pertanian/ Perikanan/ Perkebunan/ dengan pangsa sebesar 23,3% dari PDRB Sulsel. Penyerapan tenaga kerja pada lapangan kerja tersebut sekitar 40% dari total tenaga kerja.



“Besarnya peran lapangan usaha pertanian tersebut membuat peran sektor pertanian/ perikanan/ perkebunan sangat penting, sehingga perlu dijaga dan lebih didorong produktifitasnya,” ujarnya.

Dengan demikian, BI menjalin kerjasama dengan BMKG. Informasi iklim dan cuaca yang akurat tentunya akan menjadi salah satu faktor penting yang akan sangat membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan saat ini maupun perencanaan kedepan.

Dalam menjaga kestabilan harga (inflasi), peran informasi cuaca khususnya terkait informasi curah hujan dan kondisi iklim di sentra-sentra produksi, untuk komoditi utama penyumbang inflasi tentunya juga akan menjadi salah satu faktor penting yang akan sangat membantu petani/nelayan dalam budidaya atau meningkatkan hasil tangkapan.

“Peran BMKG kami yakini dapat memberikan andil yang sangat besar dalam mendorong dalam mendorong kestabilan harga dan upaya dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan,” paparnya.(*)


BACA JUGA