Sebut Sebagian Warga Tak Berpancasila, Muslimin Bando Dikecam

Senin, 29 Januari 2018 | 16:46 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Enrekang, GoSulsel.com — Bupati petahana Enrekang, Muslimin Bando dikecam. Calon Bupati yang hampir pasti melawan kotak kosong ini dinilai mengebiri rakyat Enrekang.

Hal ini berdasarkan pernyataan terbuka Muslim Bando belum lama ini. Dia menyebut bahwa pemilih kotak kosong sama saja tidak berpancasialis.

Pernyataan itu memicu reaksi sejumlah masyarakta. Ribuan simpatisan dari beberapa kecamatan yang menamakan diri Laskar kotak kosong melakukan unjuk rasa di depan kantor Mapolres Enrekang, Senin (29/1/2018)

Kedatangan massa tersebut untuk melaporkan Bupati Enrekang, Muslimin Bando ke pihak kepolisian terkait pernyataannya yang menyebut orang memilih kotak kosong berarti tak berpancasilais.



Andi Nurhatman Nurdin Karumpa dalam orasinya menyebutkan, aksi tersebut adalah aksi damai, yang dilakukan sebagai bentuk protes atas pernyataan Bupati yang dianggap melecehkan atau mengkebiri para pendukung kotak kosong.

“Walaupun kita sudah kita dikategorikan PKI tapi aksi kita bukanlah seperti PKI,” kata Atong, sapaan Andi Nurgatman Nurdin Karumpa.

Menurutnya, kata-kata tersebut sangat tidak pantas dan menyakiti para pendukung kotak kosong karena menganggap pemilih kotak kosong tak berpancasila.

Padahal, kotak kosong juga merupakan bentuk dari dinamika dalam berdemokrasi yang diatur dalam undang-undang.

“Untuk itu bapak Kapolres, kami datang disini untuk melaporkan secara hukum peminpin kami di Enrekang yang tak lain adalah Bupati aktif, Muslimin Bando yang telah mengkebiri rakyatnya sendiri, yang mengatakan bahwa yang memilih kotak kosong tidak pancasilais,” tegas Atong.(*)


BACA JUGA