SYL: Kami Senang, Industri Keuangan Kita Tumbuh Tinggi

Selasa, 30 Januari 2018 | 15:09 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menghadiri pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan. Dalam sambutannya ia mengatakan sangat berbahagia mengetahui industri keuangan di Sulawesi Selatan tumbuh tinggi dan berkontribusi terhadap pembangunan Sulawesi Selatan.

“Kami juga sangat senang, industri keuangan kita mampu tumbuh tinggi, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujar Syahrul dalam sambutannya, Selasa (30/01/2018).

Dikatakannya, kinerja yang baik tersebut harus kita tingkatkan ke depan karena ekspektasi masyarakat terhadap industri jasa keuangan dan kebutuhan pendanaan pembangunan juga terus meningkat. Ia juga mengapresiasi OJK dalam mendorong industri jasa keuangan.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh OJK dalam mendorong industri jasa keuangan menjadi salah satu pilar penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkualitas,” paparnya.



Lanjutnya, prioritas pemerintah ke depan tetap pada sektor-sektor pembangunan ekonomi daerah yang memberikan efek multiplier yang besar, seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan sesuai potensi daerah kita.

“Oleh karena itu, saya berharap pembiayaan kepada petani, nelayan, dan pelaku usaha, terutama usaha mikro kecil memperoleh porsi yang lebih besar lagi ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan OJK akan tetap fokus untuk melakukan pengawasan industri jasa keuangan secara terintegrasi bagi perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank melalui optimalisasi peran teknologi dalam proses pengawasannya dengan menerapkan standar internasional yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

“Dalam rangka mendukung inisiatif ini, kami akan terus meningkatkan efisiensi melalui penggunaan teknologi informasi yang lebih intensif. Kami mengajak seluruh pelaku di industri jasa keuangan untuk membangun
optimisme bersama dan tidak hanya menunggu atau bersikap pasif, namun lebih proaktif dan siap untuk berupaya memacu pertumbuhan,” tukasnya. (*)


BACA JUGA