Genjot Ekonomi Masayarakat, Pemdes Je’netaesa Maros Bagikan Sapi ke Warga

Selasa, 20 Februari 2018 | 11:51 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros, GoSulsel.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Je’netaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, membagikan sapi kepada warga yang kurang mampu.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk upaya dalam menggenjot kesejahteraan warganya.

Kepala Desa Je’netaesa Hasanuddin menerangkan, bahwa pembagian sapi ini telah diprogramkan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yakni program penggemukan sapi. Dimana, sapi-sapi tersebut tidak serta merta diberikan kepada masyarakat tidak mampu.

“Mereka hanya dititipkan satu ekor sapi untuk satu warga miskin. Nantinya, warga yang dititipkan sapi tersebut akan diberikan kewenangan untuk merawatnya sampai tiba masa untuk siap dijual,” ujarnya kepada Gosulsel.com, Selasa (19/2/2018).

Setelah Sapi tersebut siap untuk dijual, lanjut Hasanuddin, maka pemerintah bersama dengan masyarakat akan melakukan penjualan, keuntungan dari hasil penjualan nantinya akan dibagi menjadi 60 persen untuk warga yang merawat dan 40 persen masuk kedalam PAD Desa.

“Nanti kita akan bagi hasil dengan masyarakat yang telah bersedia untuk merawat sapi-sapi tersebut. Satu ekor untuk satu kepala keluarga tidak mampu,” tambahnya.

Sementara itu ketua BUMDES Je’netaesa Zainuddin menerangkan, dimana programnya ini merupakan perdana dilaksanakan di Desanya bahkan program yang ia canangkan ini pertama di Maros. Sehingga, untuk percobaan pertama ini dirinya hanya menyiapkan lima ekor sapi saja.

“Kita akan pantau perkembangannya kedepan, jika memang mampu menggenjot ekonomi warga Je’netaesa. Maka, akan kami siapkan anggaran untuk menambah jumlah sapi agar bisa merata kepada warga tidak mampu,” jelasnya.

Saat ini pihaknya menggelontorkan anggaran sebesar Rp.41 juta untuk pembelian sapi. Dimana, perekornya sapi tersebut dibeli dengan harga Rp. 8,2 juta, juga dengan penambahan biaya untuk asuransi sapi-sapi tersebut.

“Jadi kami dalam menjalankan program ini juga bekerjasama dengan BUMN Asuransi Jasindo, sebagai bentuk antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, sapi mengalami sakit dan lain sebagainya,” urai Zainuddin.

Dirinya bersama dengan Pemdes Je’netaesa berencana akan terus melanjutkan program penggemukan sapi ini sampai 2019 akan datang. (*)