Cantik & Ramah, Yuk Kenal Lebih Jauh Cici 2018

Sabtu, 24 Februari 2018 | 05:28 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar,Gosulsel.com – Deasy Ursula Palit gadis cantik berumur 23 tahun memenangkan ajang pencarian bakat Koko Cici 2008. Perempuan keturunan Tionghoa ini terpilih menjadi duta Sulawesi Selatan dalam kontes yang helat Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia. 

“Saya terpilih menjadi pemenang waktu itu umur saya 17 tahun. Saya harap kualitas pemenangnya semakin tinggi tahun ini, dan bisa membawa nama Sulsel ke ajang Koko Cici Indonesia,” ujar gadis yang hobi dance dan basket ini.

Berbagai pengetahuan dan pengalaman didapatkan melalui kontes yang tahun ini akan kembali dihelat itu. Diceritakannya, saat karantina, banyak hal yang dipelajari mulai dari kebudayaan Tionghoa, Makassar, dan Indonesia. 

“Karantina kami lebih banyak ke kelas kebudayaan Tionghoa, kebudayaan Makassar, kebudayaan Indonesia, kelas catwalk, kelas public speaking, kelas pengembangan diri. Jadi finalis benar-benar dapat ilmu selama mengikuti kontes Koko Cici,” tutur Deasy.

Dengan tersenyum ramah, ia menceritakan pengalamannya menjadi kontestan. Finalis kontes Koko Cici yang sudah dua kali digelar sebelumnya yaitu 2004 dan 2008 tergabung dalam suatu wadah yang disebut Ikatan Alumni Koko Cici. Para alumni juga dilibatkan aktif dalam berbagai kegiatan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) maupun acara kepariwisataan di Makassar.

Setelah lulus dari Koko Cici, kita ada satu wadah. Ikatan alumni koko cici. Jadi tugas tugas koko cici tdk melulu pada juara 1 2 3. Kami semua finalis ada dalam wadah yg sama. Jadi kami ikut acara acara pemerintah, wisata, pembukaan satu tempat wisata. Tdk melulu hanya saya, hanya juara 1 2 3 . Kami semua berpartisipasi. 

“Kami dinaungi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Kami semua ada acara amal setiap tahun bersama dengan PSMTI. Semua finalis dilibatkan dalam acara-acara yang melibatkan Koko Cici tersebut,” ungkap perempuan yang suka sekali dengan mie goreng kanton ini.

Perempuan kelahiran 1990 ini membagikan tips kepada pada calon peserta. Hal yang paling utama diperhatikan yaitu menemukan bakat yang ingin dikembangkan dan menjadi diri sendiri.

“Jadi diri sendiri, temukan apa yang bisa kalian kembangkan dalam diri kalian. Ikuti pembekalan dengan baik karena pembekalannya sangat bermanfaat dikemudian hari, on time, jaga sikap,” tutupnya.(*)


LIHAT JUGA