PKPU Human Initiative dan IZI Sulsel Resmikan Sarana Air Bersih di Jeneponto

Kamis, 29 Maret 2018 | 10:20 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Warga Dusun Ka’nea, Desa Sapanang, Kecamatan Bianamu, Jeneponto, kini dapat dengan mudah mendapatkan air bersih. PKPU Human Initiative bekerjasama dengan Inisiatif Zakat Indonesia Sulawesi-Selatan meresmikan Program Berbagi Air melalui Pembangunan Sarana Air Bersih di dusun tersebut.

Acara peresmian Program Berbagi Air itu turut dihadiri Perwakilan Donatur IZI, Kepala Cabang PKPU Human Initiative Sulawesi Selatan Indra Budi Legowo dan Direktur Initiative Zakat Indonesia Sulawesi Selatan Arman, S. Kep serta Kepala Desa Sapanang.

Dalam sambutannya, Arman mengungkapkan potensi pemanfaatan Zakat dan dana-dana kemanusiaan untuk pemberdayaan masyarakat serta pentingya pengelolaan zakat dan infaq secara profesional.

Pada kesempatam yang sama, Indra menyampaikan bahwa program pembangunan sarana air bersih ini menjadi salah satu bagian dari program cluster berdaya PKPU Human Initiative, tidak hanya di Jeneponto tapi juga di wilayah lain di Indonesia seperti di Gunung Kidul Jogjakarta, dan Wonogiri Jawa tengah. Merupakan salah satu komitmen PKPU Human Initiative untuk menjalankan program yang partisipatif dan berkelanjutan sebagai salah satu solusi dari permasalahan sosial yang ada ditengah masyarakat.

Kepala Desa Sapanang Pak Lukman mewakili warga menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut serta menyampaikan bahwa program berbagi air akan menyelesaikan persoalan ketersedian air bersih warga di desanya

“Sarana air bersih ini akan menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih sebagian besar warga Sapanang” tuturnya

Penanggungjawab program Berbagi Air PKPU Human Initiative Sulawesi-Selatan Wenni Alfianti mengatakan bahwa pembangunan sistem air bersih ini akan dimanfaatkan oleh warga Dusun Ka’nea yang berjumlah 50 KK, dan diserahkan ke warga untuk dikelola. Wenni berharap Sarana ini nantinya akan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang ada di sekitar dusun.

“Pembangunan ini juga melibatkan peran serta masyarakat secara aktif, baik dalam menyiapkan dan membangun infrastruktur, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik,” jelas Wenni.

Program ini merupakan program pengadaan air bersih dengan cara memompa dari sumur bor selanjutnya ditampung dalam bak penampung utama. Dari bak penampungan tersebut kemudian air dialirkan melalui pipa ke ke rumah-rumah warga.

Dengan adanya program berbagi air ini, setiap musim kemarau tiba, warga masyarakat tidak lagi mencari air dengan berjalan kaki atau dilakukan dropping air bersih menggunakan truk tangki. Sehingga masyarakat dapat beraktivitas sehari-hari dengan tenang.(*)