FOTO: Aktifitas ekonomi di Pasar Terong

Duh…Harga Cabai Naik Lagi, Begini Penjelasan Plt Wali Kota Makassar

Selasa, 17 April 2018 | 07:10 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

MAKASSAR, Gosulsel.com – Harga cabai rawit kembali mengalami kenaikan yang cukup drastis di beberapa pasar tradisional di Kota Makassar. Ternyata, tak hanya di Kota Makassar, kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) juga mengalami hal yang sama.

“Dari data yang kami peroleh, ternyata di kabupaten lain harga cabe juga tinggi, bukan hanya di Makassar,” ujar Staf Seksi Distribusi dan Harga Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi¬†Sulawesi Selatan, Tenri Ulfa, kepada Gosulsel.com, Senin (16/04/2018).

Harga cabai rawit merah di pasar-pasar kabaputen/ kota yang mencapai angka Rp 40.000 ke atas yaitu di Kabupaten Takalar Rp 46.000, Gowa Rp 45.000, Maros Rp 45.000, Pangkep Rp 45.000, Barru Rp 40.000, Bone Rp 45.000, Wajo Rp 40.000, Pinrang Rp 45.000, Toraja Utara Rp 45.000, Palopo Rp 45.000, dan Makassar Rp 43.000.

Tenri mengatakan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh pasokan cabai dari kabupaten penyuplai berkurang. Hal ini terjadi karena petani cabai di kabupaten-kabupaten belum panen seluruhnya.

“Yang mempengaruhi naiknya harga cabe yaitu pasokan dari daerah penyuplai cabe yang asilnya memang agak kurang. Kita belum panen terlalu banyak karena cuaca sangat rentan dengan itu dan bulan lalu masih hujan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal menjelaskan, hal itu dikarenakan beberapa daerah pemasok cabai rawit ke Kota Makassar melakukan pengiriman tidak sesuai dengan permintaan cabai rawit.

“Sudah dicek dengan kadis perdagangan provinsi bahwa ternyata di beberapa daerah itu bukan gagal panen, tapi memang tidak sebanyak yang diinginkan. Kemudian perkiraan kita di Luwu Utara, Soppeng dan Bone yang menanam cabai kemarin itu belum semuanya masuk di pasar,” tukasnya.(*)


BACA JUGA