Container Sampah, Sampah di Galangan Kapal, Galangan Kapal Makassar, Penanganan Sampah Makassar

Miris!, 80% Sampah Laut di Makassar Berasal dari Daratan

Rabu, 18 April 2018 | 14:35 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Citizen Reporter

Makassar,GoSulsel.com – Sebanyak 80% sampah di laut berasal dari daratan. Keberadaan sampah itu menyebabkan ekosistem dan biota laut menjadi rusak, khususnya peningkatan produksi sampah plastik.

Selain sulit terurai secara alami, sampah plastik ternyata mengancam kehidupan penyu yang ada di perairan Selat Makassar. Kini binatang itu terancam punah akibat perilaku manusia yang menjadikan laut sebagai tempat sampah.

Melihat kondisi ini yang makin meluas, Komunitas Makassar Beerlibur mengajak seluruh penggiat treveler untuk bersama-sama peduli dengan kondisi yang makin memprihatingkan ini.

Koordinator Makassar Beerlibur Andi Firman K mengatakan, kondisi yang mengancam kepunahan penyu harus disikap lebih cepat. Dimana seluruh pecinta liburan harus bersama-sama mengatasi persoalan ini yang dikemas dalam sebuah event.

“Dengan kegelisahan ini kita mengajak teman teman traveler untuk menyatukan presepsi tentang pariwisata bebas sampah, masalah sampah ini sangat penting, apalagi untuk kita yang gemar traveling,” katanya.

Ditahun ini, Makassar Beerlibur mencoba mengajak semua pihak untuk ikut terlibat dengan menggelar event bertajuk Sante-sante 2018. Dimana event kali ini lebih fokus pada lingkungan laut sesuai dengan tema yang dipilih yakni Save The Ocean.

“Makassar beerlibur melalui event sante sante #savetheocean akan menjadi pemantik kepedulian kita terhadap ekosistem pariwisata kita, terutama untuk para traveler yang ngexplore sulsel, kalau bukan kita siap lagi? Kalo bukan sekarang kapan lagi?,” terangnya.

Makassar Beerlibur kembali membuka trip yang berpusat di Pulau Langkadea pasa 5-6 Mei 2018. Dimana Pulau Langkadea salah satu pulau yang memiliki keindahan bawah laut yang sangat menarik dan menjadi rumah sejumlah biota laut khususnya penyu.

“Di Sante-sante nanti kita juga akan menggelar beberapa kegiatan seperti bersih pantai, bincang pantai untuk membahas kondisi kehidupan penyu yang terancam akan sampah pelastik,” tambah Firmank.

Pulau Langkadea merupakan pulau tak berpenghuni dengan panorama yang memukau. Berbeda dengan  jajaran pulau yang terdapat di Selat Makassar. Pasir putih yang indah dan airnya yang jernih memberi daya tarik tersendiri untuk tetap berlama lama menghabiskan waktu di pulau eksotis ini.

“Cukup ditempuh 60 menit menggunakan perahu angkutan tradisional milik nelayan melalui Pelabuhan Poeter Makassar. Kita sudah bisa menikmati pulau ini,” ungkap Tim Acara Makassar Beerlibur, Ahmad Iqbal.

Iqbal mengungkapkan jika “Sante-sante” salah satu trip yang cukup menarik saat menginjakan kaki di Pulau ini. Tidak hanya bersantai menikmati keindahan alam, berbagai sajian juga telah dipersiapkan tim Makassar Beerlibur untuk melengkapi liburan santai para peserta.

“Sante-sante kali ini, memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri dibanding trip sebelumnya. Pulau Langkadea akan lebih memanjakan mata, fikiran, perasaan anda menjadi benar benar lebih santai,” ujarnya.

Aroma alamnya yng menyejukkan, menurut Andi Firman. Di Pulau Langkadea juga para peserta bisa menikmati sunrise dan sunsetnya yang tentunya akan membuat anda takjub akan keindahannya.

“Di pulau ini kita juga bisa melakukan diving dan snorkeling untuk nikmati surga bawah laut. Jadi pastikan kalian ikut serta di trip kali ini,” pungas Iqbal.(*)