Aktivis Minta Masyarakat Hati-hati dengan Cagub Over Pencitraan

Kamis, 19 April 2018 | 15:13 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Aliansi Mahasiswa Peduli Pembangunan Daerah (AMPERA) Sulawesi Selatan menggelar dialog publik dengan tema “Menggagas Pilgub Sulsel yang Berkualitas Tanpa Over Pencitraan dan Kebohongan Publik” di Warkop Bundu, Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (19/4/2018).

Dialog ini menghadirkan 3 pembicara, yakni Dedy Jalarambang (Aktivis Himpunan Aktivis Mahasiswa), Andi Hartawan (akademisi), Firman (praktisi).

Dalam pemaparannya, Dedy Jalarambang mengatakan, over pencitraan memang cenderung akan berujung pada pembohongan publik. Pasalnya, kata dia, pencitraan yang berlebihan kadang tidak sesuai dengan fakta dan realitas. Menurutnya, politik pencitraan yang berlebihan adalah orang-orang yang memiliki ambisi besar menginginkan kekuasaannya.

“Sangat menginginkan kekuassan lebih. Dan sangat berharap kekuasaan di Sulawesi Selatan. Jika kita bicara tentang pencitraan, bahwa memang ada kandidat yang mengandalkan pencitraan. Hanya sebagian dari calon yang menampilkan kerja-kerja rillnya,” kata Dedy.

Dia tidak menyebut nama secara gamblang, akan tetapi dia mencontohkan sejumlah mega proyek di Kabupaten Bantaeng, yang wacana media tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Seperti Smalter misalnya.

“Katanya pembangunan smalter dan sebagainya maju di kabupaten tersebut. Dan kita lihat, faktanya di lapangan tidak ada smlater. Ini berdasarkan pengamatan dan observasi yang kami lakukan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, masih pada tempat yang sama, adanya wacana yang massif di media bahwa memiliki buah dengan kualitas terbaik.

“Misalnya mengumbar buah-buahan dengan kualitas terbaik, tapi di tempat tersebut tidak mendapat buah-buahan dengan kualitas berkualitas,” tuturnya.

Dia berharap, masyarakat Sulsel tidak ikut terframing dengan pencitraan berlebihan yang sifatnya adalah pembohongan publik. “Kita tidak usahlah merasakan pencitraan-pencitraan seperti itu,” tuturnya.(*)