Soni Minta Pembangunan Jembatan Damma di Maros Selesai Satu Minggu

Jumat, 04 Mei 2018 | 17:45 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, Gosulsel.com – Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono menginstruksikan agar persoalan jembatan gantung di Dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros yang terbengkalai, untuk segera dikerjakan dalam satu pekan ke depan dan diselesaikan secepatnya.

Perampungan jembatan sendiri terkendala pada tali seling yang menghubungkan kedua tiang yang berada di tepi sungai.

Diketahui, jembatan ini viral di media, karena anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa dengan menyeberangi sungai yang deras menuju sekolahnya. Mereka tak punya pilihan lain lantaran jembatan tersebut belum selesai.

Inilah kemudian, yang membuat semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian dan bantuan.

“Sekarang soal jembatan, anak-anak kita pulang-pergi sekolah menyeberangi sungai karena tidak adanya jembatan, setelah saya cek, dananya kurang,” kata Sumarsono saat membuka Rapat Koordinasi Pemantapan Pilkada Serentak 2018 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana di Hotel Condotel, Jum’at (4/5).

Pada kesempatan tersebut, Sumarsono juga menyampaikan harapan untuk dapat diselesaikan terlebih dahulu oleh Pemerintah Kabupaten Maros, sebelum Pemerintah Provinsi Sulsel mengambil alih.

Usai acara, Sumarsono pun kemudian memerintahkan kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sulsel untuk mengerjakan dalam waktu satu pekan ke depan. Bahkan, Dia menelepon langsung pemerintah desa setempat untuk mengetahui kondisi yang ada.

Kepada kepala pemerintah desa setempat, Sumarsono menanyakan jumlah kekurangan dana, kapan akan mulai dikerjakan dan perkiraan selesai. Termasuk meminta agar aparat desa setempat melaporkan perkembangan pembangunan.

“Kalau tidak bisa menyelesaikan lapor segera, biar provinsi yang ambil alih,” katanya.

Selanjutnya, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sulsel, Jumras, langsung menindaklanjuti dengan turun kembali ke lapangan. Sebelumnya, tim Balai Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Nasional (BP2JN) juga melakukan survei dan penelitian lanjutan terkait rencana pembangunan jembatan tersebut, Rabu (25/4) lalu.

“Jembatan itu satu minggu ke depan sudah mulai dikerjakan, sisa menunggu tali selingnya dari Surabaya karena tidak ada di Makassar, jadi satu minggu ke depan sudah dikerjakan itu,” sebutnya.

Dia menambahkan, timnya selanjutnya berkoordinasi dengan kepala desa dan pemerintah desa setempat.

“Kepala desanya bilang, kami cukup didukung moril saja, karena dananya sudah ada. Bahkan ada dana sumbangan ditolak,” jelasnya.

Sekertaris Desa Bonto Matinggi, Tompobulu, Maros, Saharuddin menjelaskan, untuk pembangunan jembatan sisa pemasangan tali seling, jika telah ada maka akan langsung dikerjakan. Aksesoris pendukung lainnya sudah ada, termasuk gelagar jembatan.

“Dana sudah cukup karena kekurangan kemarin-kan tali seling, tidak cukup pembelian tali selingnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, di Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk tali seling kecil, sebelumnya juga tidak ada tenaga perencana, dan pendampingan desa serta tenaga teknis.

“Sisa dananya Rp 27,8 juta, ini sisa dana untuk pembelian tali seling sementara dana pembelian tali seling itu sekitar Rp 96 juta, inilah yang membuat kami terlambat,” sebutnya.

Setelah mencuat di media dan viral, baik warga, pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan DPRD Kabupaten Maros melakukan rapat koordinasi.

“Disepakati akan diselesaikan dalam waktu dua bulan. Karena yang belum ada tali seling. Dananya kami kumpulkan dari teman-teman warga Maros sendiri, kurang lebih Rp 70 juta,” sebut Saharuddin.

Sedangkan dana bantuan atas inisiasi masyarakat Indonesia sebesar Rp 200 juta tidak diterima. Alasannya, karena dalam rapat tersebut telah disepakati akan dikumpulkan dari masyarakat Maros sendiri.

“Di DPRD kita sudah sepakat kita selesaikan usahakan dananya, baru (inisiator) buka posko sumbangan tidak disampaikan ke kita. Kita juga sudah minta ke teman-teman, sebelumnya kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Namun, terdapat harapan bagi masyarakat di sana, agar jembatan lainnya bisa dibenahi. Termasuk membangun gedung untuk kelas jauh.

“Supaya itu anak-anak tidak jalan lagi lebih satu kilo, karena juga banyak tenaga honorer yang mau mengabdi,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA