422 JCH Sulsel Belum Lunasi Biaya Haji

Minggu, 06 Mei 2018 | 19:08 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com — Pembayaran pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 tahap pertama telah ditutup pada Jumat (4/5/2018).

Di Sulsel dari kuota 7.296 yang sudah melunasi baru 6.874 orang Jamaah Calon Haji (JCH).

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono menyampaikan, bahwa Pelunasan BPIH tahun ini mencapai angka prosentase 94, 22 persen. Artinya masih ada 422 orang JCH yang belum melakukan pelunasan di tahap pertama.

Presentase pelunasan BPIH tahap pertama tahun ini memang mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai angka sekitar 96 persen, dan hanya ada 2 kabupaten kota yang mampu mencapai angka pelunasan 100 persen yakni Kab. Tana Toraja dan Toraja Utara.

“Tidak tercapainya angka 100 persen untuk pelunasan BPIH tahap pertama “disinyalir” disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya Sistem Istitoah kesehatan yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan RI bagi calon jemaah haji , ada juga faktor kematian JCH, penundaan keberangkatan JCH, termasuk yang membatalkan keberangkatan dengan berbagai alasan,” katanya, Minggu (6/5/2018).

Bagi yang belum melakukan pembayaran, penyelenggara haji masih membukan tahap kedua, 16 – 25 Mei 2018. Pelunasan Tahap kedua akan dibuka, dan yang disyaratkan untuk pelunasan BPIH tahap kedua ini adalah yang mengalami gagal sistem pada pelunasan tahap pertama, lalu penggabungan mahram baik pendamping JCH yang usia lanjut maupun mahram statusnya suami istri.

“Serta JCH yang telah masuk.daftar kuota haji tahun ini yang sudah berstatus haji, lalu buat JCH yang berusia lanjut sebagaimana disyaratkan oleh Keputusan Dirjen PHU Kemenag RI nomor 148 tahun 2018,” jelas Kaswad Sartono.

Dirinya mengharapkan agar dalam menyongsong persiapan pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini Para Calon Jemaah Haji yang sudah melakukan pelunasan agar tetap menjaga kesehatan fisik dan mentalnya, khususnya bagi lansia dan memiliki riwayat kesehatan yang sedikit terganggu.

Mantan Kabid Urais dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Sulsel ini juga meminta semua JCH bisa memastikan segala kelengkapan penting dan utama sebelum memasuki proses pemberangkatan ke embarkasi nantinya.

“Yang tak kalah urgennya adalah memantapkan manasik hajinya, baik yang sudah dijadwalkan di tingkat kecamatan dan kabupaten maupun yang dilaksanakan secara personal dan swadaya karena bekal pengetahuan dalam manasik inilah yang akan menjadi inti dari kemabruran ibadah haji kita,” pungkasnya. (*)