Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah
#

Sesumbar Ekspor Perdana Nikel Tidak Terbukti, Pengamat: Sebaiknya Ukur Ucapan dan Tindakan

Minggu, 06 Mei 2018 | 16:37 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, Gosulsel.com — Pernyataan Calon Gubernur nomor urut 3, Nurdin Abdullah (NA) berkaitan ekspor perdana Smalter Nikel dinilai berujung pada pembohongan publik. Pernyataan itu disampaikan pasangan Andi Sudriman Sulaiman ini pada saat debat kandidat beberapa waktu lalu.

Pada saat itu, NA dengan entengnya mengundang Agus Arifin Nu’mang (AAN) yang tak lain adalah rivalnya di Pilgub Sulsel untuk menghadiri ekspor perdana Nikel pada tanggal 5 Mei 2018. Tidak hanya AAN, akan tetapi pernyataan itu hampir disaksikan seluruh warga Sulawesi Selatan melalui siaran elektronik. Hanya saja, hingga saat ini rencana itu hanya isapan jempol.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Muhammad Ridha tidak menampik bahwa, pernyataan NA memungkinkan menjadi pintu masuk publik untuk kehilangan kepercayaan.

Dia mengatakan, sebagai perjabat publik mestinya harus komitmen dengan kata-katanya. Pasalnya janji akan selalu dikonotasikan dengan kebijakan.

“Jadi pemimpin publik sebaiknya mampu mengukur ujaran dan tindakan. Sebab ujaran, janji atau tindakan pemimpin publik selalu berkaitan atau dikonotasikan sebagai kebijakan,” kata Ridha, Minggu (6/5/2018).

Dia menuturkan, jika seorang pejabat publik sulit menepati ujaran atau janjinya, maka besar kemungkinan hak rakyat akan terbengkalai.

“Jika ujaran atau janji sulit ditepati, maka publik bisa jadi dibengkalaikan haknya,” tegasnya.

Olehnya, untuk menyelamatkan diri, dia menyarankan NA agar segera melakukan konfirmasi secara detil. Pada konfirmasi itu, tentu NA harus berhati-hati dan harus menepati, jika ada perubahan jadwal.

“Memberi konfirmasi ke publik detil perihal ini. Mungkin ada sedikit masalah pada jadwal saja,” tandasnya.(*)