Ini Alasan Kadis Perdastri Gowa Terkait Pabrik Kakao di Pattalassang Tidak Beroperasi

Selasa, 08 Mei 2018 | 15:32 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com — Wilayah perindustrian yang terletak di Kecamatan Pattalassang ini memiliki pabrik Kakao. Perlu diketahui, bahwa pabrik kakao adalah pabrik yang didesain untuk pengelolaan bubuk atau powder, bukan pengelolaan bahan baku murni.

Hal ini ditekankan Kepala Dinas Prindustrian dan Perdagangan (Disperdastri) Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib, Selasa (8/5/2018).

“Artinya kalau dia mengelola bubuk hasil powder, tidak perlu harus ditempatkan di daerah penghasil kakao,” jelas Andi Sura.

Ia juga berharap, pemerintah menyuplai bahan powder dari beberapa pabrik yang menghasilkan powder yang ada di kawasan KIMA makassar.

“Semisalnya kemarin kerja sama dengan MARS dan Japfa. Ketika mereka over produksi terhadap powder tersebut maka akan dikelola di pabrik kakao di Gowa,” lanjut Andi Sura.

Sura juga menambahkan, ada penafsiran yang salah terkait anggaran puluhan milyar untuk pabrik kakao. Yang perlu diluruskan bahwa anggaran yang bersumber dari kementerian hanya 2,5 milyar peruntukan untuk fisik dan peralatan.

Menurut Andi Sura, yang mahal adalah lokasinya, mengingat lokasi ini berada pada daerah strategis.

“Terkait lokasinya, merupakan hasil sharing dari pemerintah kabupaten gowa dengan provinsi dan kementerian,” ujar Kadis Disperdastri.

Luas wilayah yang diperuntukkan untuk pabrik kakao adalah 2 ha.
Karena berada dilokasi strategis sehingga harga lokasi disana sangat tinggi. Karena dari lapangan golf berkisar 4-5 kilo.

Pabrik Kakao ini masih beroperasi pada 2014, namun adanya peristiwa pencurian beberapa alat di pabrik kakao beberapa waktu lalu, membuat pabrik ini tidak beroperasi.

Pihak yang menanyakan terkait pencurian tersebut, Kadis Disperdastri Gowa mempersilahkan untuk mengeceknya ke Polsek Bontomarannu.

Di kawasan industri dengan lahan 200 ha tersebut, saat ini pula sudah ada pabrik kecap yang telah beroperasi selama 1 tahun, kemudian akan ada investasi pabrik ban, sudah ada juga peninjauan pabrik baja yang akan menempatkan pabriknya disana.(*)


BACA JUGA