Kunjungan tim independan evaluasi dan verifikasi Kota Layak Anak

Kedatangan Tim Independen Evaluasi Kota Layak Anak, Ini Harapan Bupati Adnan

Selasa, 08 Mei 2018 | 17:12 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

GOWA, Gosulsel.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyambut kehadiran Tim Independen Evaluasi Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak (KLA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Selasa (8/5).

Ketua tim evaluasi dan verfikasi, Hamid Patilima menjelaskan ada beberapa indikator yang perlu dipenuhi dalam mewujudkan kabupaten layak anak. Pertama bagaimana mendorong peran orangtua dalam menjaga anak-anak mereka termasuk menyiapkan menu makanan yang sehat dan bergizi, serta menjamin pemenuhan pendidikan anak.

Kedua, bagaimana peran masyarakat dalam mendorong kontribusi dan peran anak dalam setiap kegiatan masyarakat. Ketiga, menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak, dan keempat bagaimana kontribusi peran media dalam menutup aib anak.

Lebih lanjut, Hamid menyampaikan, jika dalam program kabupaten/kota layak anak ini terakumulasi 320 kabupaten-kota yg mengikuti evaluasi mandiri kabupaten layak anak ini. Dan dari 320 ini mengerucut ke tahap proses verifikasi kedua menjadi 222 kabupten/kota yang lolos dengan perolehan nilai verifikasi administrasi rata-rata 500 ke atas.

Sekarang, kata Hamid Patilima, setelah verifikasi, maka tersisa 177 kabupaten/kota yang lolos dan Kabupaten Gowa termasuk di dalamnya.

“Sekarang tersisa 177 kabupaten/kota yang akan berproses namun hasil akhirnya di tangan Menteri PP dan PA. Jadi jumlah 177 ini adalah hasil akhir dari tiga kali proses. Dan hasil terakhirnya akan diumumkan pada saat Rakornas kabupaten/kota layak anak oleh menteri pada 23 Juli mendatang di Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Ada beberapa indikator yang disampaikan terkait Kabupaten Layak Anak, salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini, pemberdayaan masyarakat adalah bagaimana para orangtua bisa bekerja sama dengan pemda untuk melakukan pendidikan terhadap anak-anaknya.

“Karena bentuk pengawasan pemda, tidak mungkin pemda melakukan pengawasan sampai ke dalam rumah, dan apapun kejadian yang ada di dalam rumah, pemda tidak akan mungkin bisa melihat, karena tidak mungkin juga kita dengan serta merta masuk kedalam rumah tersebut,” jelas Bupati Adnan saat ditemui di ruang kerjanya.

Olehnya kata Bupati Adnan, di sinilah peran penting pemerintah untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Dan Pemda Gowa juga berharap, masyarakat mampu bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka mendidik dan menyangi anak-anak yang nantinya akan menjadi generasi bangsa.

Dengan pendidikan, maka akan semakin baiklah anak-anak yang ada di wilayah Kabupaten Gowa.

“Dengan mendapatkan pendidikan yang baik, maka tentu kita akan bangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik pula, tanpa pengawasan dari orangtua pun, saya pikir tidak akan terjadi masalah, karena mereka orangtua sudah mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk,” jelas Adnan.

Alasan mengapa pendidikan di Gowa sangat di prioritaskan, karena  Pemda Gowa ingin membangun SDM yang handal, yang cerdas, dan pintar, sehingga orang tua hanya menuntunnya saja.

Namun diharapkan tanpa dituntun pun, anak-anak nantinya mampu mengerti mana yang baik dan buruk melalui pendidikan yang saat ini sedang digenjot pemerintah Kabupaten Gowa.(*)


BACA JUGA