Warga Kecamatan Camba Keluhkan Pemadaman Lampu di Malam Hari

Senin, 21 Mei 2018 | 14:54 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GoSulsel.com – Kebutuhan listrik dewasa ini sangat penting. Terlebih saat bulan ramadan seperti sekarang ini, semua aktivitas sampai pada ibadah menggunakan energi listrik.

Namun berbeda dengan yang di alami oleh warga kecamatan Cenrana dan kecamatan Camba. Dimana, saat seperti ini harus mengalami pemadaman lampu saat siang hari bahkan dimalam hari.

Hal ini pun, membuat warga di dua kecamatan tersebut mengaku resah. Lantaran, tidak bisa menikmati listrik dengan baik, sementara setiap bulannya tak pernah alpa dalam membayar tagihan sampai pada iuran.

Salah seorang warga Desa Sawaru, Kecamatan Camba Jabal Nur, menjelaskan, senin (21/5/2018), bahwa jauh hari sebelum memasuki bulan Ramadan, di dua Kecamatan ini sudah mengalami pemadaman lampu.

“Sebelum Ramadan sudah sering mati lampu sampai sekarang. Di bulan puasa ini utamanya lampu menjdi hal yang pokok untuk menjalani ibadah yang khusyu. Siang tidak dengar suara adzan mesjid, sholat tarawih gelap tanpa pengeras suara pula. Sementara saat santap sahur gelap tak ada cahaya lampu,” keluhnya.

Jabal pun meminta kiranya pihak Perusahaan listrik Negara (PLN) Rayon Maros untuk bertanggung jawab terkait kondisi ini.

“Kami meminta kepada pihak PLN untuk bertanggun jawab atas kejadian ini, karena ini kami merasa di diskriminasi, kita bayar perbulan juga iuranya tapi Kenapa tiap hari kejadian seperti ini. Ini adalah kelalaian PLN dan tidak bertanggun jawab menangani pemadaman yang terjadi,” tambahnya.

Namun demikian, sampai pada saat berita ini diterbitkan. Sama sekali belum ada tanggapan dari pihak PLN Rayon Maros. Saat dihubungi, direktur PLN Rayon Maros Latif, tidak berkomentar panjang.