Komisioner Baru KPU Sulsel Dinilai Saling Melengkapi

Kamis, 24 Mei 2018 | 19:20 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2009-2013, Jayadi Nas menilai komisioner KPU terpilih saling melengkapi. Menurutnya hal berdasarkan background profesi masing-masing komisioner.

Dia menjelaskan, unsur penyelenggara petahana, seperti Misna M Attas dan Faisal Amir yang sebelumnya masing-masing membidangi Divisi Teknis serta divisi SDM dan Parmas akan membantu kelanjutan tahapan.

“Saya melihat dari nama-nama yang ada saya kira ini adalah kabinet yang kuat. Komisioner yang kuat jika melihat track record, backround yang mereka miliki. Apalagi disitu ada incumbent dua orang,” ujar Jayadi, Kamis (24/5/2018).

Dua petahana tersebut, sambung Jayadi kemudian diperkuat oleh kehadiran Upi Hastati yang merupakan komisioner di KPU kabupaten Barru. Menurut Jayadi, Upi punya pengalaman yang bagus kala mengkoordinatori divisi data di KPU Barru.

“Ditambah dengan ibu Upi dari Barru yang bisa menggantikana posisi bu Ana karena dia membidangi data. Saya tahu betul bagaimana bu Upi, karena dia masuk saat saya ketua KPU Sulsel,” urai Jayadi.

Jayadi pun menyebut, bahwa hubungan KPU dengan lembaga pengawas seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel akan lebih terjamin pada periode ini. Mengingat salah satu komisioner KPU Sulsel yakni Fatmawati merupakan eks komisioner Bawaslu periode 2013 – 2018.

“Lalu ada Uslimin yang merupakan eks pimpinan media yang bisa menjadi hubungan masyarakat KPU Sulsel. Empat orang penyelenggara tadi, bisa membantu 3 orang baru termasuk Asram Jaya dan Syarifuddin Djurdi di KPU Sulsel untuk cepat beradaptasi,” kata Jayadi.

Menurut Jayadi, tantangan terbesar untuk anggota KPU Sulsel nantinya sudah ada di depan mata, dimana mereka memang masuk di tengah-tengah tahapan. Saat ini, tahapan yang dijalankan KPU Sulsel adalah tahapan surat suara dan data pemilih.(*)