#

Tanggapi Survei JSI, Pengamat Sebut Trend Kandidat Memang Sudah Begitu

Selasa, 29 Mei 2018 | 16:26 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis hasil survei perilaku pemilih di Pilgub Sulsel tahun ini. Dari benerapa poin yang dipublikasi, salah satunya adalah elektabilitas pasangan calon.

Hasil survei JSI, tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) berada di posisi pertama. Duet nomor urut 4 yang maju lewat usungan koalisi rakyat atau independen, memiliki elektabilitas 29,8%.

Sedangkan di posisi kedua ditempati Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) yang mengantongi dukungan 26,1%. Disusul di posisi ketiga, adalah Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) 20.0%. Sementara Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) hanya 7,1%.

Dari hasil ini bisa dilihat, pertarungan sangat kompetitif, pasalnya jarak persentase tingkat keterpilihan antar pasangan calon sangatlah rendah.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Muhammad Ridha mengatakan, jika melihat rentetan survei sejumlah lembaga survei, peningkatan trend yang dinggulkan JSI atau IYL-Cakka seolah gayung bersambung, termasuk yang dirilis oleh JSI.

“Saya kira ini survey yang hasilnya tidak menyalahi trend IYL-Cakka yang memang terus meningkat di semua lembaga survey. Meski tidak selalu urutan pertama, elektabilitas IYL-Cakka cenderung naik dan hasilnya setelah sekian bulan yah angka ini,” kata Muhammad Ridha, Selasa (29/5/2018).

Apalagi, lanjutnya memang ada pertarungan yang kompetitif antara pasangan IYL-Cakka dan NA-ASS pada kekuatan elektoral. Menurutnya, ada kecenderungan pemilih di Sulawesi Selatan menginginkan pemimpin yang bersih dan track record yang sudah terukur.

“Kepercayaan rakyat akan jatuh jika bukan pada IYL, maka akan ke NA. Saya percaya kepada calon yang bersihlah Pilkada ini akan dimenangkan. Rakyat akan berpihak ke yang programnya baik dan track recordnya bersih,” tegasnya.

Meski demikian, dia menuturkan, apapun nama lembaga dan hasil survei, selama memenuhi kaidanh-kaidah dalam melakukan survei, maka sangat wajar dan tidak perlu dipermasalahkan.

“Saya kira survey apapun yang memenangkan NH, NA atau IYL, asalkan memenuhi kaidah-kaidah akademik saya percaya. Termasuk yang dipublikasi JSI ini,” tandasnya.(*)


BACA JUGA