Smart Auditing Tutupi Kurangnya Auditor Pemkot Makassar

Kamis, 31 Mei 2018 | 22:39 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

MAKASSAR, Gosulsel.com – Aplikasi pemeriksaan berbasis elektronik (smart auditing) lingkup pemerintah kota (pemkot) Makassar yang diluncurkan hari ini, Kamis (31/5) membantu mengatasi kurangnya auditor di pemkot Makassar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI yang ditemui usai peluncuran smart auditing, di Ruang Sipakalebbi Balai Kota Makassar.

Jumlah auditor yang tersertifikasi hanya sebanyak 23 orang. Sedangkan jumlah auditor seharusnya yang harus dimiliki yaitu berkisar 80-100 orang.

“Rasionya kita butuh seratusan auditor, 23 ji yang ada, yang bersertifikat. Dengan sistem ini, 23 itu memungkinkan untuk mengcover semua itu. Kalo ini berhasil, 23 itu pun sudah cukup. Paling nambah tinggal pengawas, tinggal dilatih ki,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Makassar Zainal Ibrahim mengatakan, dari jumlah kegiatan yang diprogram pemkot Makassar yang mencapai ribuan, sistem smart auditing sangat membantu dalam memangkas waktu yang dibutuhkan terkait auditing.

“Kegiatan kita 4097. Kecuali kalau kita berpikir efisiensi mengurangi jumlah kegiatan,” papar Zainal.

Lanjutnya, Zainal menghimbau agar semua SKPD untuk disiplin. Dikatakannya, 10 hari sejak pencairan anggaran, SKPD harus mengunggah pertanggungjawabannya pada sistem smart auditing.

“Namun SKPD harus disiplin. Jika tidak upload, apa yang mau diperiksa. Ada mekanisme, ada SOP, 10 hari sejak pencairan anggaran SKPD harus mengupload pertanggungjawabannya,” tukasnya.(*)


BACA JUGA