Presiden Jokowi Resmikan PLTB Terbesar di Asia Tenggara

Selasa, 03 Juli 2018 | 00:14 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Sidrap,Gosulsel.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) terbesar di Asia Tenggara, di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap)m, Senin (2/7/2018). Jokowi menyebut PLTB ini mirip yang ada di negara kincir angin. 

“PLTB yang diresmikan ini menjadi sejarah baru dalam industri energi terbarukan nasional, ” kata Jokowi yang didampingi gubernur dan sejumlah menteri.

Seperti, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono, Menteri Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan,  Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir dan Bupati Sidrap Rusdi Masse meresmikan PLTB Sidrap dengan penekanan tombol sirine dan penandatangan prasasti peresmian. 

PLTB Sidrap ini resmi masuk ke sistem kelistrikan Sulsel pada 4 April lalu. Dengan nilai total investasi sebesar US$150 Juta, PLTB ini menghasilkan menghasilkan listrik 75 Mega Watt (MW) dengan mwnggunakan 30 kincir angin didirikan diatas lahan seluas 100 hektar. 150 ribu rumah tangga bisa dialiri listrik. 

PLTB Sidrap hadir di Indonesia berkat upaya dan komitmen perusahaan pengembang, PT UPC Sidrap Bayu Energi yang merupakan gabungan tiga perusahaaan sarat pengalaman di industri energi terbarukan: UPC Renewables, PT Binatek Energi Terbarukan, dan AC Energi. PT UPC Sidrap Bayu Energi mengembangkan proyek PLTB Sidrap pada tahun 2013 dan menyelesaikan proyek ini sebelum tenggat yang ditentukan dalam kontrak dengan PT PLN (Persero).

Presiden Jokowi, menyebutkan bahwa negara kita memiliki potensi energi sumber daya terbarukan yang sangat besar. Bukan hanya pembangkit tenaga uap dari batubara, tetapi juga energi matahari dan angin. 

“Itu yang akan kita kembangkan ke depan, jelas ada karena potensinya sangat besar,” kata Jokowi. Di Indonesia bagian selatan misalnya, Jawa bagian timur itu, Jokowi menyebutnya sangat besar. 

Untuk investasi seperti ini, awalnya tinggi tetapi semakin lama akan semakin murah. Semakin banyak yang berinvestasi juga akan semakin menguntungkan selain berkompetisi, harga semakin turun. Harga listrik juga akan memberikan daya saing terutama industri. Energi terbarukan adalah energi pilihan bagi masa depan Indonesia.

“Inikan pilihan-pilihan kita, kalau kita melihat visi ke depan, yang terbarukan, meskipun harga yang kita dapatkan masih relatif lebih tinggi dari, dibandingan dengan PLTU dan ke depan kompetisinya akan semakin banyak dan akan semakin murah,” sebutnya. 

Untuk energi panas bumi (Geothermal) yang diperkirakan memiliki potensi sebesar 29 ribu MW dan baru kurang lebih 2 ribu yang dikerjakan. Artinya belum 10 persen pun yang dikerjakan. 

Ditargetkan tahun 2025 energi Indonesia, 23 persen berasal dari energi terbarukan. Berada di PLTB Sidrap Jokowi sebut merasa sedang berada di negeri kincir angin Belanda.

 “Kita lihat, di sini berputar semua baling-balingnya, artinya angin di sini lebih dari cukup. Saya merasa kok kayak di Belanda. Kayak di Eropa tapi di Sidrap,” sebut Jokowi. 

Sementara, Ignasius Jonan menyebutkan bahwa pembangkit listrik tenaga bayu dengan kapasitas 75 MW ini merupakan PLTB Komersil Pertama di Indonesia. “PLTB komersial pertama yang dibangun di Republik Indonesia,” sebutnya.

Menteri Ignasius menyebutkan, di Sulsel akan terus dikembangkan pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan seperti PLTB Sidrap. Tidak hanya di Sidrap tapi telah dikerjakan hingga 80 persen di Jeneponto. 

Rini Soemarno, menyampaikan saat ini persiapan untuk tahap kedua di Sidrap akan dikembangkan dan sedang dalam tahap negosiasi. 

“Untuk kita harapkan tahan dua tambah 50 megawatt, itu harganya USD 6,8 sen per megawatt secara rata-rata-rata menjadi dibawah 10 sen,” sebutnya. 

Sedangkan PLTB Sidrap tahap 1 harga liatriknya sebesar USD 11 sen/kWh atau Rp 1.485/ kWh.

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono menyebutkan, harapan besar masyarakat Sulsel, dimana proyek-proyek strategis nasional di Sulsel, khususnya PLTB Sidrap ini,  selain sebagai pembangkit listrik juga sebagai destinasi wisata dan media pendidikan. 

“Khusus PLTB listrik tenaga bayu ini adalah proyek listrik tenaga bayu pertama di Indonesia, masayarakat juga menghendaki PLTB ini tidak, sekedar menjadi penyuplai energi tetapi juga menjadi destinasi wisata terutama wisata energi yang kita harapkan juga menjadi media, pendidikan bagi masyarakat,” sebutnya.

Banyaknya program strategis nasional ini pertanda Sulsel menjadi gerbang Indonesia Timur.

“Sekali lagi terima kasih bapak presiden atas semua upaya kepercayaan pada Sulsel untuk bisa menangani sekaligus, mengawal program strategis nasional di Sulsel,” pungkasnya.(*) 


BACA JUGA