Sambut Panen Raya Padi ke 2, Petani Maros Harap Harga Lebih Baik

Senin, 30 Juli 2018 | 15:15 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros,Gosulsel.com – Panen raya padi disambut antusias oleh petani di Maros. Panen kedua kali ini diharapkan mampu menggenjot harga lebih baik.

“Saya berharap panen padi kedua ini bisa lebih menguntungkan para petani,”kata salah seorang petani dari Kecamatan Maros Baru, Rusli, Senin (30/7/2018). 

Rusli mengatakan, hasil panen kali ini bisa melimpah. Dapat menguntungkan petani. Tidak seperti sebelumnya, awal bulan 2018, hasil panen Raya disejumlah Kecamatan. Berkarung-karung gabah pun diangkut menggunakan roda empat pick up bahkan truck sekalipun. 

Kata dia, sayang panen diawal tahun 2018 dinilai oleh petani sangat tidak menguntungkan. Harga gabah anjlok dari Rp4.800 ribu, turun menjadi Rp 4.500 ribu. 

“Sudah beberapa kali panen, tapi sangat sering gabah yang dihasilkan hanya untuk menutupi utang pupuk petani. Di awal 2018 tepatnya pada bulan Maret karin, petani harus rela dengan harga yang tidak menguntungkan tersebut. Parahnya lagi perusahaan milik pemerintah (Bulog) yang melakukan pembelian murah tersebut,”ujarnya.

Untuk meraih keuntungan petani sendiri harus menjual kepada tengkulak yang sebenarnya membeli gabah petani dengan harga yang relatif lebih mahal. Akan tetapi, pihak pemerintah melakukan pelarangan terhadap petani yang melakukan penjualan gabah kepada tengkulak.

Pelarangan itu, disinyalir sebagai upaya Bulog dalam melakukan penyerapan,”Penyerapan gabah yang tinggi oleh bulog sebenarnya mampu menunjang keuntungan bagi petani, jika harga yang menguntungkan. Jika hanya berada pada angka Rp. 4.500, sedangkan tengkulak Rp. 4.600 sampai Rp. 4.800, kan mending ke tengkulak, jelas untungnya bagi kami,” kata Rusli. 

Diketahui pada panen ke dua tahun 2018 ini, Bulog Divre VII menargetkan penyerapan gabah sebanyak 9.000 ton. (*)


BACA JUGA