Afifah Khairun Nisa, siswi SMA Negeri 1 Maros membuat takjub saat mengikuti pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Grand Imawan Makassar, Kamis (2/8/2018).

Bikin Takjub, Siswi Cantik SMAN 1 Maros Ini Merancang Alat Peringatan Dini Kecelakaan

Jumat, 03 Agustus 2018 | 02:12 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Afifah Khairun Nisa, siswi SMA Negeri 1 Maros membuat takjub saat mengikuti pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Grand Imawan Makassar, Kamis (2/8/2018).

Dalam pemaparan karya ilmiahnya Afifah, Siswi SMA Negeri 1 Maros ini memperkenalkan alat yang dapat mendeteksi peringatan dini kecelakaan lalu lintas. Dalam pejelasannya, Afifah mengungkapkan bahwa dirinya tertarik untuk menciptakan alat tersebut karena melihat kondisi kampungnya di Maros.

“Saya membuat alat ini karena saya melihat di Maros banyak kendaraan yang mengangkut barang yang melebihi batas mauatan, seperti mobil pick up yang  membawa muatan panjangnya melebihi panjang mobil tersebut,” ungkapnya.

Afifah Khairun Nisa, siswi SMA Negeri 1 Maros/Kamis (2/8/2018).

Alat yang diperkenalkan oleh Afifah menggunakan sensor jarak yang dipasang pada ujung muatan suatu kendaraan. Lanjut Afifah, alat tersebut akan berbunyi dan lampu LED akan menyala jika jarak kendaraan yang berada belakang dan dengan alat yang terpasang pada muatan tersebut berjarak 20 cm.



“Alat ini dilengkapi dengan Microcontroller Arduino Uno, Sensor Ping, dan Indikator LED. Jadi alat ini akan berbunyi jika jarak antara mobil yang berada di belakang dengan alat yang terpasang pada barang muatan berjarak 20 cm,” lanjutnya.

Sementara itu, tim penilai yang terdiri dari Kepala Bidang Pelayaran Dishub Sulsel, Muh. Arafah Palu, staf ahli Dishub Sulsel, H. Ilyas dan Kepala UPTD Wilayah Pare, Arifin Rapi mengapresiasi hasil inovasi Afifah yang dianggap dapat bersaing di tingkat nasional jika terpilih.

“Saya senang dengan alat ini, saya pernah buat tapi sensornya untuk alat emisi. Kalau lolos, ini  bisa menjadi kompetitif atau bersaing di Jakarta nanti. Nanti juga kita coba dengan teman – teman politeknik Unhas (Universitas Hasanudin),” kata Arafah.(*)