Manfaatkan Dana Jamaah, Madrasah Almarkaz Maros Diresmikan

Minggu, 05 Agustus 2018 | 17:21 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros, GoSulsel.com — Dengan menggunakan 100 persen dana jamaah, bangunan Madrasah Ibtidaiyah Almarkaz Maros akhirnya diresmikan. Bangunan tiga lantai itu, berdiri tepat di bagian belakang Masjid Almarkaz dengan luas lahan sekitar 500 meter persegi dengan lebar 21 meter dan panjang 8 meter. 

Peresmian bangunan ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Baharuddin bersama Kepala Kementrian Agama Maros, Syamsuddin. Sebelumnya, pengurus Masjid juga menggelar hala bihalal di aula Masjid dan menghadirkan AGH Faried Wadjedy. 

Ketua Harian Masjid Almarkaz Maros, Thamrin Ramli mengatakan, madrasah itu awalnya dibangun pada Februari 2015. Dengan bantuan para jemaah Almarkaz dan donatur lainnya, bangunan ini akhirnya bisa dirampungkan dengan biaya total Rp 808.687.850. 

“Jika ditender, biaya yang lebih dari Rp 800 juta itu mungkin masih sangat kurang karena bisa mencapai satu miliar. Ini murni swadaya para jemaah dan tidak ada bantuan dari pemerintah yang memang tidak punya pos anggaran untuk itu,” katanya, Minggu (5/8/2018). 



Madrasah ini dibangun lantaran kapasitas ruang kelas yang dulunya berada di lantai bawah masjid sudah tidak mampu lagi menampung jumlah siswa yang kini telah mencapai 200 orang dari semua tingkatan kelas, mulai kelas 1 hingga kelas 6. Belum lagi, untuk siswa TK/TPA yang juga menggunakan ruangan itu. 

“Kami memang telah jauh-jauh hari merencanakan pembuatan ruang kelas untuk madrasah ini karena tempat awalnya sudah tidak mampu menampung siswa. Kami sampaikan permohonan terima kasih kepada semua jemaah dan juga donatur yang telah membantu,” ujarnya. 

Kepala Kemenag Maros, Syamsuddin menyebutkan, pos anggaran untuk pembangunan madrasah memang tidak ada di kementerian maupun di Pemkab. Namun, ia mengaku telah banyak berkoordinasi dengan bupati untuk menyalurkan bantuan ke madrasah agar fasilitasnya bisa sama dengan sekolah negeri. 

“Kami memang tidak memiliki anggaran untuk itu yah. Tapi saya rajin curhat sama Pak Bupati agar beliau membuat pos bantuan berupa fasilitas ke madrasah juga. Syukur Alhamdulillah, sudah ada bantuan Pemkab seperti komputer untuk digunakan ujian para santri,” terangnya. 

Melalui ceramahnya, AGH Faried Wadjedy meminta warga untuk mau menyekolahkan anaknya di pesantren. Hal ini, ia sebut sama halnya mewakafkan sebidang tanah untuk masa depan akhirat. Menurutnya, pendidikan agamalah yang bisa menyelamatkan generasi bangsa dari berbagai ancaman saat ini. 

“Dengan realitas saat ini, terkhusus dengan berbagai ancaman generasi muda, maka sangat cocoklah jika anak-anak kita di sekolahkan di pesantren. Karena hanya pendidikan agama yang bisa menangkal itu semua. Lagi pula ini sama saja kita mewakafkan tanah di jalan Allah,” ujarnya.(*)