Gelar Diskusi, Bank Indonesia Bahas Perekonomian Sulsel yang Menguat

Senin, 13 Agustus 2018 | 10:54 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

Makassar, GoSulsel.com — Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Editor’s Day, di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Senin (3/8/2018). Kegiatan ini dihadiri oleh editor dari berbagai media massa di kota Makassar.

Tema yang diangkat dalam diskusi ini yaitu ‘Tantangan dan Prospek Ekonomi ke Depan serta Upaya Mengurangi Current Account Deficit.’ Yang menjadi narasumber yaitu Dwityapoetra S. Besar selaku Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulsel, Bhima Yudhistira Adhunegara selaku ekonom INDEF, dan Ahmad Djauhar selaku Wakil Ketua Dewan Pers.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulsel Bambang Kusmiarso yang diwakili oleh Amanlison Sembiring selaku Direktur Eksekutif BI, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Amanlison menyampaikan harapannya melalui kegiatan ini.

“Sangat diharapkan melalui kegiatan ini kita bisa sharing informasi bersama-sama karena telah hadir disini narasumber dari Indef dan wartawan senior kita,” ujarnya.



Sementara itu, Dwityapoetra S. Besar selaku Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulsel memaparkan bahwa sejalan dengan ekonomi nasional yang membaik, ekonomi Sulsel juga meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel sangat baik secara nasional di peringkat 4 setelah Papua, Maluku, Maluku Utara. Papua karena ekspor tembaga, Maluku karena smelter untuk pembangunan produksi nikel,” jelasnya.

Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Sulsel kwartal pertama (Q1) sebesar 7,38%. Dari sisi permintaan, perbaikan ekspor mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel ditengah perlambatan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel 7,38% di kwartal 1 2018 lebih tinggi dibanding kwartal 1 tahun 2017. Ekspor juga meningkat. Terutama yang mendorong terjadi peningkatan karena ekspornya. Konsumsi rumah tangga jg didorong konsumsi pemerintah yg didorong oleh kebijakan pemerintah,” tutupnya.(*)


BACA JUGA