Dikritik Dewan, Begini Sistem Penggajian Pimpinan Bazkab Bulukumba

Rabu, 15 Agustus 2018 | 19:40 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

Bulukumba, GoSulsel.com — Anggota DPRD Bulukumba, Andi Ahyar, secara lantang menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba yang dianggap kurang peduli terhadap keberadaan lembaga Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten (Baznaskab) yang tidak menerima gaji. 

Akibatnya, untuk membayar gaji atau hak yang mesti diterima lima pimpinan Baznaskab Bulukumba setiap bulan, terpaksa menggunakan dana zakat.

“Masalah ini sudah kami sampaikan melalui pemandangan Fraksi Bintang Keadilan beberapa waktu lalu di gedung DPRD Bulukumba,” ujarnya, Rabu (15/8/2018).

Dia menyebutkan, untuk membayar gaji pimpinan Baznaskab, mulai Januari hingga Juli tahun ini, Baznaskab terpaksa  menggunakan anggaran zakat yang mencapai sekitar Rp 80,5 juta. 



”Kami cukup prihatin, sejak anggota Baznaskab dilantik pada Februari 2017 lalu, hak keuangan pimpinan Baznaskab tidak jelas,” ketus Andi Ahyar.

Terpisah, Ketua Baznas Bulukumba, Ustads Yusuf Shandy, secara tegas  membantah kalau Pemkab tidak memberikan bantuan terkait gaji pimpinan Bazkab.

“Perlu kami jelaskan bahwa pemkab Bulukumba telah menghibahkan dana sebesar Rp 150 juta ke Baznaskab. Dana hibah itu digunakan untuk sosialisasi, koordinasi dan administrasi umum,” ungkap Ustadz Yusuf Sandy.

Sedangkan terkait gaji pimpinan Baznaskab pada 2017, itu  melekat di bagian Kesra Setda Bulukumba sebagai leading sector. “Namun memasuki 2018, gaji tidak melalui Kesra lagi tapi diberikan langsung dalam bentuk dana hibah yang ditransfer ke rekening Baznaskab. (*)

Kontributor: Asmaun/ GoSulsel.com