Remaja Tanjung Bira Kenalkan Potensi Wisata Lewat Pidato Bahasa Inggris

Rabu, 15 Agustus 2018 | 23:22 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

Bulukumba, GoSulsel.com — Bukan hanya mengajarkan Bahasa Inggris, tapi Rumah Belajar Bersama (RBB) juga melatih anak-anak Bira untuk mahir berpidato menggunakan Bahasa Inggris.

Seperti dua pekan terakhir, Kelas Bahasa Inggris yang dicetus Dinas Pariwisata Bulukumba menggandeng RBB melalui program English for Tourism in Bira menggelar seleksi pidato Bahasa Inggris. Sejumlah remaja Bira akan tampil berpidato pada peringatan HUT RI ke 73 tahun 2018.

Pengajar RBB, Firdaus Rusnandar mengatakan, latihan berlangsung cukup intens. Apalagi dengan hasil diskusi dengan sejumlah pemerintah desa yang memberikan ruang kepada pelajar RBB untuk tampil berpidato. 

“Yang kami ikutkan nanti yang lolos seleksi internal saja. Bukan soal kemampuan bahasa asing saja tapi soal kepercayaan diri juga berpidato di depan khalayak ramai,” tuturnya. 



Pidato Bahasa Inggris itu sendiri, lanjut Firdaus, mengangkat materi mengenai potensi wisata Bulukumba. Bukan hanya soal Bira namun beragam wisata bahari dari timur Sulsel yang cukup memukau, tebing-tebing indah dan warisan budaya Phinisi yang kini telah mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai warisan budaya dunia tak benda.  

Tak berhenti di situ saja, pidato juga menyinggung soal tanah adat Kajang yang dikenal dengan kesederhanaannya dan keberhasilannya melindungi hutan.  Selanjutnya menyinggung daerah pegunungan Kindang dengan single origin Kopi Kahayya. 

Pemahaman mengenai potensi wisata terus ditanamkan kepada generasi muda agar lebih sadar menjaga kelestarian. Disamping itu, mereka bisa terlatih menjadi agen wisata yang turut mempromosikan Bulukumba ke panggung nasional dan mancanegara.

Pelajar RBB Baruga Bira, Irfandi merasa tertantang dengan kesempatan pidato di depan umum sehingga ikut serta dalam seleksi. Sejak adanya ruang menampilkan kemampuan berbahasa Inggris, dia dan pelajar lainnya semakin antusias demi menunjukkan kemajuan belajarnya. 

“Selain isi teksnya yang menarik, kami diberitahu bahwa kami tak hanya ditugaskan menghafal, memahami dan mengucapkan dengan benar seluruh isi teks itu tapi berkesempatan tampil,” ujarnya. 

Meski baru belajar lima bulan, sejak dibukanya kelas Bahasa Inggris bebas biaya di Bira,  pelajar lainnya,  Fajar mengaku cukup percaya diri berbahasa asing. “Bukan cuma belajar di kelas tapi mengulang-ulang pelajaran di rumah,” katanya. 

Kontributor: Asmaun/ GoSulsel.com